INDOZONE.ID - Mengusur visa ke luar negeri sering menjadi momen krusial, apalagi bagi kamu yang memiliki jadwal padat.
VFS Global menegaskan pentingnya mengurus visa sejak dini dan hanya melalui jalur resmi untuk menghindari kerugian.
Lalu bagaimana mengurus visa agar tidak tertipu? Chief Operating Officer Australasia, China, and RCIS VFS Global, Simon Peachey, menekankan bahwa pengajuan visa yang terlalu dekat dengan jadwal keberangkatan berisiko tinggi.
“Kami mengimbau para wisatawan untuk mengajukan permohonan visa sesegera mungkin. Pengajuan visa yang mepet tidak hanya berisiko menyebabkan keterlambatan, tetapi juga membuat para pemohon lebih rentan terhadap oknum penipu,” ujar Simon dikutip Rabu (21/1/2026).
Sebagian besar negara sebenarnya sudah membuka pengajuan visa hingga 180 hari atau enam bulan sebelum keberangkatan. Termasuk visa Schengen, yang aturannya berlaku sejak 9 Februari 2020.
Baca juga: Liburan ke Jepang Tanpa Ribet? Ini Cara Dapatkan Visa Waiver Terbaru bagi Pemegang E-Paspor
Janji Temu Visa Gratis, Hanya Lewat Situs Resmi
VFS Global menegaskan bahwa pendaftaran janji temu visa tidak dipungut biaya. Pemesanan hanya bisa dilakukan melalui situs resmi atau portal pemerintah terkait.
“Para wisatawan juga perlu mengingat bahwa pengajuan janji temu visa tidak dipungut biaya apa pun, dan hanya dapat dipesan melalui situs resmi kami, www.vfsglobal.com,” kata Simon.
Jika ada pihak yang menjual slot janji temu atau menawarkan akses prioritas berbayar, hal itu patut dicurigai.
Isu lain yang kerap dimanfaatkan penipu adalah klaim memiliki “orang dalam”.
Baca juga: Daftar Negara Terbaru yang Bisa Dikunjungi WNI Tanpa Visa, dari Asia hingga Eropa
VFS Global menegaskan tidak bekerja sama dengan agen eksternal atau pihak ketiga mana pun.
Selain itu, staf VFS Global tidak memiliki kewenangan memengaruhi hasil visa. Keputusan diterima atau ditolak sepenuhnya berada di tangan kedutaan atau konsulat negara tujuan.
Waspada Modus Kerja dan Imigrasi Palsu
VFS Global juga mengingatkan bahwa mereka tidak menyediakan layanan pekerjaan atau imigrasi ke luar negeri. Tawaran kerja atau jalur cepat imigrasi yang meminta uang atas nama VFS Global adalah indikasi penipuan.
Hal yang sama berlaku untuk permintaan data pribadi atau pembayaran melalui media sosial, email, SMS, atau telepon. Semua pembayaran resmi hanya dilakukan melalui situs resmi atau langsung di Visa Application Centre.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Menemukan Penipuan?
Jika pemohon dihubungi pihak yang mengaku bisa mengatur pertemuan visa atau memiliki akses khusus, VFS Global meminta agar segera melapor.
Pemohon juga disarankan mempelajari informasi penipuan melalui laman resmi anti-fraud VFS Global.
Bagi korban penipuan visa atau imigrasi, laporan ke pihak kepolisian menjadi langkah penting untuk mencegah kerugian lebih lanjut.
Saat ini, VFS Global melayani 24 pemerintah luar negeri di Indonesia, termasuk Jepang, Jerman, Inggris, Belanda, hingga Uni Emirat Arab.
Layanan ini didukung 45 pusat pengajuan visa di lima kota: Jakarta, Bali, Surabaya, Medan, dan Makassar.
Selain itu, VFS Global juga menjadi mitra resmi Direktorat Jenderal Imigrasi untuk layanan e-VoA, yang semakin memperluas perannya dalam ekosistem layanan keimigrasian di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Vfs Global