Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 10 MARET 2026 • 15:40 WIB

Tren Wisata Bergeser, Wisatawan Kini Pilih Perjalanan Multi-Destinasi

Tren Wisata Bergeser, Wisatawan Kini Pilih Perjalanan Multi-DestinasiIlustrasi perjalanan multi-destinasi yang kini jadi pilihan wisatawan. (Ist)

INDOZONE.ID - Tren perjalanan wisata menunjukkan perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Alih-alih hanya mengunjungi satu kota tujuan, semakin banyak wisatawan kini memilih perjalanan multi-destinasi dengan menggabungkan kunjungan ke kota besar dan destinasi yang lebih tenang dalam satu perjalanan.

Berdasarkan Travel Pulse Klook, sekitar dua pertiga wisatawan berencana mengunjungi lebih dari satu destinasi dalam satu perjalanan. Tren ini menandai pergeseran dari pola perjalanan satu tujuan menuju perjalanan yang lebih eksploratif.

Dalam pola baru tersebut, kota-kota besar tidak lagi sekadar menjadi tujuan akhir perjalanan. Kota besar kini berfungsi sebagai gerbang awal bagi wisatawan untuk melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di sekitarnya, termasuk kota-kota yang belum terlalu populer.

Destinasi Baru Mulai Diminati

Data internal Klook pada periode Maret–April 2025 menunjukkan meningkatnya minat wisatawan terhadap sejumlah destinasi berkembang di Asia, di antaranya:

Jepang

  • Fukuoka
  • Nagoya
  • Hiroshima

Korea Selatan

  • Gyeonggi-do
  • Gangwon-do
  • Gyeongju

China

  • Qingyuan City
  • Yinchuan City
  • Lijiang City

Destinasi-destinasi tersebut mulai dilirik wisatawan yang ingin mencari pengalaman baru di luar kota-kota wisata utama yang biasanya lebih padat.

Baca juga: Menguak Sejarah Tembok Ratapan, Situs Suci Umat Yahudi yang Jadi Destinasi Ziarah Dunia

Survei Klook juga mencatat bahwa 47 persen wisatawan khawatir dengan keramaian di objek wisata, termasuk antrean panjang dan waktu tunggu yang lama.

Selain itu, 41 persen responden khawatir melewatkan momen musiman, seperti mekarnya bunga sakura saat musim semi.

Namun di luar dua faktor tersebut, sebagian besar wisatawan mengaku tidak terlalu khawatir terhadap faktor lain seperti ketidakpastian cuaca maupun kenaikan harga selama musim perjalanan.

Wisatawan Semakin Fleksibel Merencanakan Perjalanan

Survei tersebut juga menunjukkan bahwa tujuh dari sepuluh wisatawan berencana memesan aktivitas wisata dalam waktu dua bulan sebelum keberangkatan.

Jangka waktu pemesanan yang relatif singkat ini menunjukkan bahwa wisatawan kini cenderung menjaga fleksibilitas dalam merencanakan perjalanan, terutama untuk menyesuaikan jadwal dengan kondisi musiman seperti waktu terbaik melihat bunga sakura.

Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan wisatawan di Asia semakin percaya diri merencanakan perjalanan musim semi, namun tetap mempertahankan fleksibilitas untuk memaksimalkan pengalaman liburan mereka.

Sebagai bagian dari kampanye perjalanan musim semi, Klook memperkenalkan peran baru bernama Chief Spring Officer pada Februari lalu.

Program ini awalnya dirancang untuk satu orang yang bertugas membantu wisatawan memahami dinamika perjalanan selama musim puncak. Namun setelah menerima lebih dari 150 kandidat dari 43 kota, Klook memperluas program tersebut menjadi sebuah dewan yang terdiri dari 25 Chief Spring Officers.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tren Wisata Bergeser, Wisatawan Kini Pilih Perjalanan Multi-Destinasi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!