Kota Paris di Prancis. (Freepik/saiko3p)
INDOZONE.ID - Keindahan negara-negara di Eropa masih jadi destinasi impian para wisawatan dunia. Setiap tahun, negara-negara seperti Inggris, Italia dan Prancis mengalami lonjakan jumlah wisatawan.
Namun di balik itu, kasus pencopetan dan perampokan terhadap wisatawan asing juga mengalami peningkatan.
Ya, pencopetan merupakan kejahatan paling umum di beberapa negara Eropa, khususnya yang menargetkan wisatawan. Modus ini relatif mudah dilakukan di tengah keramaian dan kerap tidak dilaporkan oleh korban.
Baca juga: Eropa Masih Jadi Destinasi Favorit, Pariwisata Global Tumbuh 4 Persen di 2025
Pada akhir 2025, perusahaan perdagangan Atmos merilis sejumlah negara Eropa dengan tingkat perampokan terhadap turis tertinggi.
Daftar ini disusun berdasarkan data kejahatan lokal, termasuk jumlah pembobolan rumah, pencurian kendaraan, statistik pencurian umum, hingga angka perampokan.
Berikut ini daftar negara di Eropa yang rawan pencopetan dan perampokan terhadap turis:
Inggris menjadi destinasi paling berisiko bagi wisatawan di Eropa. Setiap tahunnya, kasus pembobolan rumah di negara ini tercatat mencapai sekitar 254.000.
Risiko juga meningkat bagi wisatawan yang menyewa mobil, karena sekitar 364.000 kendaraan dilaporkan dicuri setiap tahun.
Wisatawan juga diminta waspada terhadap pencopet di area ramai, di mana tercatat sekitar 121.000 kasus pencopetan terjadi setiap tahunnya.
Urutan kedua ditempati Prancis dengan sekitar 63.000 kasus perampokan per tahun. Lokasi pencurian terjadi di sekitar hotel mewah dan kawasan belanja kelas atas.
Atmos juga mencatat sekitar 126.000 kasus pencopetan terjadi setiap tahun. Wisatawan yang membawa tas bermerek atau perhiasan mahal jadi sasaran empuk para pelaku.
Wisatawan yang menyewa properti seperti Airbnb di negara ini menghadapi risiko pembobolan rumah tertinggi di Eropa jika dibandingkan dengan ukuran negaranya yang relatif kecil. Tercatat sekitar 23.000 kasus pembobolan setiap tahun.
Tak hanya itu, hampir 160.000 orang melaporkan kehilangan barang akibat pencurian setiap tahunnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Travel Leisure