INDOZONE.ID - Rajasthan yang dijuluki “Tanah Para Raja”, merupakan negara bagian terluas di India. Wilayah ini dikenal luas berkat benteng megah, istana mewah, serta warisan budaya yang kaya, sehingga menjadi magnet bagi jutaan wisatawan setiap tahun. Tak heran, sektor pariwisata menjadi tulang punggung perekonomian Rajasthan.
Di balik kemegahan sejarahnya, Rajasthan menyimpan destinasi yang tak biasa dan kerap menantang nyali wisatawan, yakni Kuil Karni Mata yang terletak di kota kecil Deshnoke, sekitar 30 kilometer dari Bikaner.
Kuil Karni Mata merupakan bangunan bersejarah abad ke-15 yang didedikasikan untuk Karni Mata, seorang mistikus perempuan yang diyakini sebagai penjelmaan Dewi Durga. Uniknya, kuil ini menjadi rumah bagi sekitar 20.000 hingga 25.000 ekor tikus yang dikenal dengan sebutan kabbas.
Dalam kepercayaan Hindu setempat, tikus-tikus tersebut dianggap suci karena diyakini sebagai reinkarnasi anggota klan dan pengikut Karni Mata. Legenda setempat menyebutkan bahwa Karni Mata pernah meminta Dewa Kematian, Yama, untuk menghidupkan kembali anak tirinya yang meninggal tenggelam. Permintaan itu ditolak karena sang anak telah bereinkarnasi. Sejak saat itu, Karni Mata dipercaya menetapkan bahwa anggota klannya tidak akan benar-benar mati, melainkan bereinkarnasi sementara sebagai tikus sebelum terlahir kembali sebagai manusia.
Baca juga: Mengintip 6 Lokasi Bersejarah dari Serial Mahabharata di India, Ada Hastinapura dan Indrapasta
Di dalam area kuil, pengunjung diwajibkan berjalan tanpa alas kaki. Mereka akan mendapati tikus-tikus berkeliaran bebas, meminum susu dari mangkuk persembahan, serta memakan biji-bijian dan manisan yang disediakan para peziarah. Pengunjung juga diminta ekstra hati-hati, karena menyakiti tikus dianggap membawa kesialan. Bahkan, jika seekor tikus terbunuh tanpa sengaja, pelakunya diwajibkan menggantinya dengan patung tikus berbahan emas.
Menariknya, kemunculan tikus putih di antara ribuan tikus berwarna cokelat dan hitam diyakini sebagai pertanda keberuntungan. Tikus putih tersebut dipercaya sebagai manifestasi Karni Mata beserta keempat putranya.
Dari sisi arsitektur, kuil ini juga memukau dengan ukiran marmer yang rumit serta pintu berlapis perak hasil sumbangan para pemuja. Meski terkesan tidak higienis bagi sebagian orang, kuil ini dikelola dengan baik. Tikus-tikus di dalamnya tampak sehat, terlindungi dari pemangsa, dan mendapat makanan yang cukup dari persembahan pengunjung.
Kuil Karni Mata menjadi salah satu destinasi unik yang memperkaya daya tarik pariwisata Rajasthan, selain kota-kota populer seperti Jaipur, Udaipur, dan Jodhpur. Dalam satu dekade terakhir, sektor pariwisata di wilayah ini mengalami dinamika yang cukup signifikan.
Sebelum pandemi COVID-19, jumlah wisatawan menunjukkan tren peningkatan yang konsisten. Kunjungan wisatawan domestik naik dari 28,61 juta pada 2012 hingga mencapai puncak 52,22 juta pada 2019. Sementara itu, wisatawan mancanegara juga meningkat dan sempat menyentuh angka 1,754 juta pada 2018.
Namun, pandemi membawa dampak besar. Pada 2020, jumlah wisatawan domestik anjlok hingga 71 persen, dari 52,22 juta menjadi 15,12 juta. Penurunan lebih tajam dialami wisatawan internasional, yang merosot lebih dari 97 persen, dari 1,605 juta pada 2019 menjadi hanya 34 ribu pada 2021.
Meski demikian, sektor pariwisata Rajasthan menunjukkan ketahanan yang kuat. Tahun 2022 menjadi titik balik pemulihan, dengan lonjakan wisatawan domestik mencapai 108,33 juta, bahkan melampaui angka sebelum pandemi. Sementara itu, wisatawan internasional mulai pulih secara bertahap dengan jumlah sekitar 396 ribu kunjungan.
Baca juga: Dianggap Tak Higienis, Street Food India Panipuri Bisa Menggugah Selera dan Aman Dikonsumsi
Pertumbuhan pariwisata Rajasthan turut ditopang oleh kondisi ekonomi yang stabil serta investasi infrastruktur yang masif. Tercatat, investasi infrastruktur pariwisata mencapai 8,7 miliar rupee India pada periode 2019–2020. Peningkatan Produk Domestik Bruto Negara Bagian (GSDP) juga memiliki korelasi positif dengan pertumbuhan jumlah wisatawan, khususnya dari dalam negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Prameyanews.com