Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 25 JUNI 2025 • 18:12 WIB

Kisah Perjalanan Keponakan Raja Thailand: Terpukau Api Biru Ijen dan Temukan Kedamaian di Banyuwangi

Kisah Perjalanan Keponakan Raja Thailand: Terpukau Api Biru Ijen dan Temukan Kedamaian di BanyuwangiSirikitiya Jensen di Kawah Ijen Banyuwangi

INDOZONE.ID - Keindahan alam Banyuwangi terus menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara, termasuk tokoh-tokoh penting dunia. 

Baru-baru ini, Sirikitiya Jensen, keponakan Raja Thailand Maha Vajiralongkorn Bodindradebayavarangkun, mengunjungi Gunung Ijen pada Minggu, 22 Juni 2025. 

Gunung yang terkenal dengan fenomena alam unik berupa "blue fire" itu berhasil memikat hatinya.

Jensen melakukan pendakian ke puncak Ijen dalam suasana penuh petualangan. Usai menyelesaikan perjalanan menantang tersebut, ia menyampaikan kekagumannya secara langsung. 

"Pengalaman saya pergi ke Danau Ijen, atau lebih tepatnya kawahnya, adalah pengalaman yang luar biasa dan sangat penuh petualangan," ujarnya dengan semangat.

Baca juga: Resep Simpel Pisang Kopong Cokelat Lumer, Cocok Buat Ide Jualan

Tidak hanya terpukau dengan keindahan alam yang eksotis, Jensen juga mengaku belajar banyak dari interaksi dengan masyarakat lokal Banyuwangi. 

Ia menemukan pelajaran baru tentang kehidupan dari cara warga memperlakukan alam dan sesama.

"Saya belajar banyak dari orang-orang yang saya jumpai di sini. Saya tidak hanya belajar tentang alam tetapi juga budaya dan agama, tentang apa yang membentuk karakter orang-orangnya," katanya.

Kesan mendalam yang dirasakan Sirikitiya membuatnya ingin kembali suatu saat nanti. "Saya kira saya akan meninggalkan Banyuwangi dengan rasa ingin tahu yang tinggi dan keinginan yang besar untuk kembali," tambahnya.

Selain keindahan alam dan keramahan penduduknya, Banyuwangi juga memikat Jensen melalui cita rasa kuliner lokal. Ia jatuh hati pada soto ayam, makanan khas Indonesia yang baginya memberi kenyamanan luar biasa.

Baca juga: Cara Masak Sendiri Ayam Teriyaki ala HokBen, Gampang dan Gurih Banget!

"Setiap hari saya makan soto ayam. Saya sangat suka soto ayam, saya memakannya tiga hari berturut-turut karena soto ayam itu terasa menenangkan, seperti masakan yang dibuatkan keluarga di rumah," ungkapnya.

Kunjungan ini menjadi penguat bahwa Banyuwangi kini tidak lagi sekadar menjadi pintu masuk ke Bali, tetapi telah berkembang menjadi destinasi wisata internasional yang berdiri sendiri. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Pemkab Banyuwangi

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kisah Perjalanan Keponakan Raja Thailand: Terpukau Api Biru Ijen dan Temukan Kedamaian di Banyuwangi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!