INDOZONE.ID - Terumbu karang adalah himpunan karang yang hidup di dasar perairan, yang berbentuk gugusan kapur, dan bisa menahan gelombang laut dengan cukup kuat.
Karang termasuk jenis individu organisme hewan atau komponen dari kelompok hewan. Dalam bentuk paling dasar, karang hanya terdiri dari satu polip yang menyerupai tabung dengan tentakel yang mengelilingi mulut bagian atas.
Ekosistem terumbu karang sangat penting bagi laut, karena menjadi habitat bagi ikan dan biota hayati lainnya. Keindahannya juga kerap menarik banyak wisatawan, untuk menikmatinya secara langsung.
Tidak hanya di bawah laut, terumbu karang juga dimanfaatkan di daerah pesisir oleh manusia, untuk penangkapan ikan, kepentingan pariwisata, dan objek penelitian ilmiah oleh para ilmuwan.
Terumbu karang sangatlah vital bagi ekosistem perairan. Terumbu karang dijuluki ‘arsitek laut’, dikarenakan peran terumbu karang dalam membangun struktur luas yang menampung 25% dari semua spesies laut.
Baca Juga: Peran Penting Terumbu Karang yang Kamu Harus Tau, Ternyata Terancam Rusak Karena Iklim
Luas terumbu karang di Indonesia mencapai 25.000 km2 atau sekitar 10% dari luas total terumbu karang di dunia.
Namun sayangnya, berdasarkan data LIPI, sebesar 18.000 km2 terumbu karang Indonesia mengalami kerusakan parah.
Keadaan genting ini disebabkan oleh aktivitas manusia seperti pencemaran laut dan penyelaman amatir, maupun akibat kerusakan alami karena pemutihan karang (coral bleaching).
Maka dari itu, perlu ada langkah konkret untuk merespon fenomena ini, yaitu dengan melakukan restorasi terumbu karang.
Salah satu cara untuk melakukan restorasi terumbu karang adalah dengan inovasi terumbu karang buatan.
Artificial reefs atau terumbu karang buatan merupakan hasil karya manusia yang diletakkan di dasar laut untuk meniru fungsi serta manfaat terumbu karang alami.
Umumnya, bahan-bahan seperti beton, baja, dan material ramah lingkungan lainnya digunakan untuk merancang struktur ini agar dapat mendukung pertumbuhan karang dan kehidupan laut lainnya.
Tujuan utama dari pembuatan terumbu karang buatan adalah untuk menciptakan habitat bagi organisme laut, meningkatkan keanekaragaman hayati, dan berkontribusi pada pemulihan terumbu karang yang telah mengalami kerusakan.
Terumbu karang buatan sederhana diaplikasikan dengan cara menenggelamkan material yang sudah dibentuk untuk perangkat pertumbuhan terumbu karang di wilayah yang ingin direstorasi.
Teknik ini memakan waktu cukup lama untuk dapat dilihat hasilnya. Meskipun demikian, keberhasilannya cukup menjanjikan.
Permukaannya yang kasar dan keras membuat metode ini dipilih sebagai salah satu yang paling cocok untuk wilayah yang terumbu karangnya sudah rusak.
Selain bisa dimaanfaatkan sebagai objek pariwisata, sehingga akan menarik banyak orang datang dan berwisata, presentase keberhasilan metode ini juga cukup tinggi.
Berbagai bentuk konstruksi dan jenis material yang diaplikasikan pada terumbu buatan bervariasi, mulai dari balok kayu, papan, semen beton, besi, PVC, ban bekas, atau bahkan bangkai bus dan kapal.
Tahap pemasangan terumbu buatan biasanya dilakukan dengan bantuan kapal dan memerlukan keterlibatan para ahli di bidangnya.
Baca Juga: Berburu Sunset di Pantai Purukambera, Bonusnya Melihat Terumbu Karang Nan Cantik
Tidak semua wilayah laut bisa dijadikan sebagai lokasi restorasi terumbu karang buatan.
Syarat yang harus dipenuhi adalah dasar laut tidak boleh berlumpur dengan kedalaman minimal 10 sampai 20 meter dari permukaan laut, agar pelayaran tidak terganggu.
Setelah dipasang di lokasi yang memenuhi kriteria, sebuah pelampung diletakkan di permukaan dan dihubungkan dengan tali yang diikatkan pada terumbu buatan tersebut.
Pelampung ini berfungsi sebagai tanda atau peringatan bagi pengguna perairan, seperti nelayan, bahwa di area tersebut terdapat terumbu karang buatan.
Selanjutnya, berbagai jenis hewan karang akan mulai menghuni terumbu karang buatan, yang seiring berjalannya waktu akan mengalami proses pengerasan atau pengapuran.
Dengan semakin lamanya benda tersebut berada di dalam kedalaman air dan menjalani proses tersebut, kekuatannya akan semakin meningkat, sehingga diharapkan dapat berfungsi sebagai tempat bagi ikan-ikan laut untuk bertelur serta tumbuh dan berkembang.
Dengan seperti itu, terumbu karang buatan memiliki kesamaan dengan rumpon, namun terumbu karang buatan juga menawarkan fungsi-fungsi lain yang lebih kompleks
Beberapa terumbu karang buatan yang sudah tersebar di Indonesia berada di Desa Pemuteran di Bali, Probolinggo di Jawa Timur, dan Kepulauan Seribu di Jakata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pengenalan Terumbu Karang Sebagai Pondasi Utama Laut Kita