Minggu, 13 OKTOBER 2024 • 15:40 WIB

Berkunjung ke Masjid Agung Demak, Masjid Tertua Bersejarah dengan Arsitektur Ikonik

Author

masjid agung demak.

INDOZONE.ID - Indonesia memiliki banyak bangunan bersejarah yang ikonik di kota-kota besarnya, dengan berbagai arsitektur menarik yang menjadi daya tarik masyarakat.

Majid Agung Demak menjadi salah satu bangunan bersejarah, sebagai masjid tertua yang ada di Indonesia.

Masjid ini berdiri megah di pusat kota, terletak di kampung Kauman, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa tengah.

Masjid ini menjadi saksi sejarah penyebaran agama Islam di Demak dan pulau Jawa.Selain itu, arsitekturnya menampilkan perpaduan dari berbagai budaya, yaitu Islam, Jawa, dan budaya China, sebagai simbol perdamaian antar etnis.

Masjid Agung Demak didirikan oleh Raden Fatah, raja pertama dari kesultanan Demak Bintoro abad ke-15 M.

Baca Juga: Masjid Nur Salma, Hasil Wakaf di Ketinggian Lantai 22 dengan Pemandangan Menakjubkan

Raden Fatah bersama Wali Songo mendirikan masjid yang kgarismatik ini, dengan memberi simbol gambar serupa bulus.

Simbol ini dikenal sebagai candra sengkala memet, dengan arti “sirna Ilang Kertaning Bumi” yang menandakan tahun 1401 Saka.

Gambar bulus tersebut memiliki filosofis: atas kepala yang berarti angka 1 (satu), 4 kaki berarti angka 4 (empat), badan bulus berarti angka 0 (nol), ekor bulus berarti angka 1 (satu).

Berdasarkan simbol ini, diperkirakan Masjid Agung Demak dibangun pada tahun 1401 Saka dan masjid ini didirikan pada tanggal 1 shafar.

Masjid Agung Demak Memiliki bangunan-bangunan ikonik, bangunan induk dan serambi yang dibangun dengan arsitektur khas yang berkaitan dengan delapan saka majapahit.

Dengan empat tiang utama yang disebut Saka Guru, menopang bangunan utama.

Salah satu dari tiga tiang utama tersebut dikenal sebagai Saka Tatal, konon terbuat dari serpihan kayu yang dibuat oleh Sunan Kalijaga.

Baca Juga: Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Destinasi Wisata Baru yang Memukau untuk Pengalaman Spiritual dan Estetika

Bangunan serambi merupakan bangunan terbuka dan atapnya berbentuk limas, ditopang oleh delapan tiang yang disebut Saka Majapahit.

Atap masjid terdiri dari tiga singkatan yang menggambarkan Iman, Islam, dan Ihsan.

Di dalam masjid ini juga terdapat “Pintu Bledeg” atau pintu petir, yang dirancang oleh Ki Ageng Selo mengandung candra sengkala, yang dapat dibaca “Naga Mukat Salira Wani” dengan makna tahun 1388 Saka atau 1466 M, atau 887 H.

Lokasi Masjid Agung Demak, terdapat beberapa makam para raja Kesultanan Demak, di antaranya Raden Fatah sebagai raja pertama kesultanan Demak, Raden Patiunus sebagai raja kedua dan Raden Trenggono sebagai raja ketiga.

Di dalam kompleks ini juga terdapat Museum Masjid Agung Demak yang menyimpan sejarah dan riwayat Masjid Agung Demak.

Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pariwisata.demakkab.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU