INDOZONE.ID - Untuk melestarikan seni tradisional tempo dulu, Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Boyolali menggelar Festival Kentongan Thek Thek yang digelar selama dua hari, mulai 8-9 Agustus 2024.
Thek thek merupakan seni tradisional yang berasal dari bambu berbentuk sebuah kentongan.
Zaman dulu biasanya alat thek thek ini digunakan sebagai simbol warga desa saat adanya bahaya, namun saat ini alat seni thek thek atau kentongan bisa dimanfaatkan sebagai salah satu alat kesenian tradisional yang masih bisa dilestarikan oleh masyarakat Boyolali.
Kesenian thek thek juga semakin berkembang dengan banyaknya para seniman Boyolali yang memadukan dengan tarian tradisional maupun dengan seni pertunjukan.
Dalam rangka melestarikan seni tradisional tersebut, Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Boyolali bekerjasama dengan Ketholeng Institute Boyolali, serta bersama pegiat seni Boyolali dan Kantor Bea Cukai Surakarta, menggelar Festival Thek Thek untuk memperebutkan piala bergilir Bupati Boyolali.
Agar penilaian bisa secara obyektif, panitia menyiapkan lima orang dewan juri dari berbagai latar belakang profesi seni.
Baca Juga: Megahnya Monumen Pancasila di Boyolali, Dibangun Habiskan Dana Rp8,7 Miliar!
Kegiatan ini diinisisasi oleh komunitas Fk. Metra Boyolali dan dilanjutkan oleh Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Boyolali untuk dijadikan sebuah festival seni tadisional dengan tema "Mentradisikan Boyolali Kaya Cerita".
Menurut salah satu dewan juri, Aslar Sugambir (52), mengatakan "untuk kriteria penilaian saya kira kemarin sudah disepakati bersama di antaranya unsur penggarapan cerita, unsur musik, unsur gerak dan lakon yang menjadi satu serta kostum dan kreativitas.
"Tapi yang jelas kami mengamati berdasarkan kriteria yang sudah disepakati, memang ada kelompok yang lebih menonjol di musiknya, lebih menonjol di tarinya, nah tentu saja kita berusaha memilih dari lima kriteria yang sudah disepakati tersebut masing masing ada pada penampilan para peserta dan tentu saja dengan penampilan yang baik serta ditambah dengan unsur etika dan estetika yang seimbang," sambungnya.
Peserta yang tampil ada 13 kelompok kesenian. Nantinya akan akan ada juara satu, dua, dan tiga, serta juara harapan satu, dua, dan tiga, serta juara favorit satu, dua, dan tiga.
Panitia menyiapkan hadiah berupa uang dengan total puluhan juta rupiah untuk para pemenang.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat menggairahkan kembali kesenian di Boyolali dengan menggali lebih banyak lagi seni tradisional di Boyolali.
Sementara harapannya untuk pemerintah, agar diperbanyak lagi ruang pertunjukan bagi pelaku seni.
Baca Juga: Monumen Gempa Bumi 2006 Cepokosawit Boyolali, Ada Arca Gajah Putih yang Disakralkan
Sementara itu, salah satu peserta dari Klego, Fatecah Pahlevi (17) mengatakan, "saya senang bisa ikut festival thek thek ini, persiapan saya cuma dua hari kemarin saat dipanggil dari sanggar di desa saya untuk ikut lomba ini dan kebetulan saya didapuk menjadi nyi ageng serang yang kisah ceritanya terjadi di desa saya, saya harus bisa maksimal meski hanya sebentar latihannya dan harus sesuai dengan alat musik kentongan yang sudah disiapkan.
Dari kegiatan ini, Fatecah Pahlevi berharap kegiatan festival thek thek seperti ini bisa melestarikan budaya seni tradisional di saat seni modern menggempur Tanah Air.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung