INDOZONE.ID - Menjelang perayaan Idul Fitri, masyarakat Indonesia sudah tak asing lagi dengan tradisi mudik atau pulang kampung. Ribuan orang beramai-ramai pergi meninggalkan kota menuju kampung halaman untuk merayakan hari raya bersama keluarga.
Menariknya, tradisi mudik atau pulang kampung ini ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia. Di beberapa negara ini juga ada tradisi serupa.
Berikut informasi beberapa negara yang melakukan tradisi mudik yang dilansir dari berbagai sumber.
1. Malaysia
Memiliki penduduk dengan mayoritas beragama Islam, Malaysia juga memiliki tradisi serupa untuk merayakan Idul Fitri. Bedanya, istilah mudik di Malaysia disebut dengan Balik Kampung.
Penduduk Malaysia yang tinggal di kota beramai-ramai akan pergi ke desa dan bertemu sanak saudara di hari raya.
2. China
Tradisi mudik juga ada di China yang dilakukan setiap menjelang perayaan tahun baru China atau hari raya Imlek dan berlangsung sekitar 15 hari.
Setiap tahun, penduduk china yang bekerja atau tinggal di kota berbondong-bondong mengunjungi keluarga di kampung untuk berdoa dan makan-makan bersama.
Tradisi mudik di China ini disebut menjadi migrasi manusia terbesar di dunia. Ada sekitar ratusan juta orang melakukan perjalanan menjelang perayaan Imlek.
3. Korea Selatan
Mirip dengan China, warga Korea Selatan juga melakukan tradisi mudik rutinan setiap tahun saat menjelang hari Chuseok.
Melansir dari Visit Korea, perayaan Chuseok merupakan hari besar bagi rakyat Korea sebagai ungkapan rasa syukur kepada leluhur mereka.
Perayaan ini menjadi kesempatan bagi warga Korea untuk pulang ke kampung halaman dan menghabiskan waktu bersama keluarga.
4.Turki
Memiliki penduduk mayoritas beragama Islam, hari raya Idul Fitri di Turki juga menjadi hal yang penting bagi warga setempat.
Masyarakat Turki juga diketahui memiliki tradisi mirip dengan tradisi mudik saat menjelang perayaan lebaran.
Tradisi ini dikenal dengan Seker Bayram, di mana umat muslim di Turki akan mengunjungi keluarga dan kerabat serta melakukan ziarah.
5. India
Tradisi mudik di India terjadi saat menjelang perayaan umat hindu terbesar yakni festival cahaya atau Divali. Biasanya perayaan ini akan digelar pada bulan Oktober atau November selama lima hari.
Sudah menjadi hal yang lazim, semua sarana transportasi umum di India akan dipadati para pemudik yang akan pergi ke kampung halaman untuk berkumpul dan mengunjungi sanak saudara merayakan festival cahaya.
Penulis: Gina Nurulfadilah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber