Mengunjungi Los Tjan Boeng Seng, Tempat Sembahyang Warga Tionghoa Payakumbuh saat Hari Cheng Beng
INDOZONE.ID - Los Tjan Boeng Seng terletak di Nagari Limbukan, Padang Karambia, Payakumbuh Selatan.
Bangunan ini difungsikan sebagai tempat berkumpul atau transit sebelum menuju ke pemakaman warga etnis Tionghoa Payakumbuh, yang berada di sebuah bukit yang disebut masyarakat setempat Bukit Panjomuran.
Melansir dari sejarah bangunan yang dipajang di dinding Los, menyebut jika bukit inilah yang dijadikan pemakaman khusus bagi etnis Tionghoa dari berbagai daerah.
Tak hanya Kota Payakumbuh, ada juga kongsie Heng Beng Tong/Himpunan Bersatu Tegah (HBT) dan Kongsie Hok Tek Tong/Himpunan Tjinta Teman (HTT), yang sudah ada sebelum tahun 1900.
Baca Juga: Melihat Lebih Dekat Klenteng Tjoe Tik Kiong, Cagar Budaya Etnis Tionghoa di Pasuruan
Selain diperuntukkan sebagai tempat transit, Los Ziarah Pemakaman ini juga digunakan untuk sembahyang bersama pada Hari Cheng Beng.
Cheng Beng merupakan tradisi ziarah kubur ke makam orang tua atau leluhur, yang dilakukan oleh warga Tionghoa di seluruh Indonesia. Perayaan Cheng Beng di 2024 ini jatuh pada 4 April dan bertepatan di bulan Ramadan umat muslim.
Los Ziarah Pemakaman ini berbentuk persegi panjang yang menjorok ke dalam, berwarna kuning, merah, hijau dan hitam.
Pada sisi yang dekat dengan bukit, memiliki tempat duduk panjang yang di tengahnya terpajang riwayat sejarah bangunan, atapnya pun terbagi dua. Seng pertama cukup luas dan lebar, sedangkan yang paling atas atapnya kecil.
Seperti tahun sebelumnya, di Kota Payakumbuh warga etnis Tionghoa sangat berbaur dengan masyarakat muslim, khususnya warga Padang Karambia.
Baca Juga: Intip Masjid Siti Djirzanah di Malioboro yang Unik Bergaya Arsitektur Tionghoa
Keduanya saling membantu dan menjaga toleransi satu sama lain.
Biasanya jika akan datang perayaan Cheng Beng, di 1 April etnis Tionghoa yang berasal dari dalam kota dan luar kota beramai-ramai bersama keluarganya untuk berziarah sambil membersihkan makam.
Lalu melaksanakan sembahyang dan berdoa di dekat makam leluhurnya.
Saat itu peran warga sekitar akan membantu membersihkan makam, membakar uang kertas, merapikan parkir, dan lainnya.
Kedekatan ini sudah terjalin lama sehingga warga Tionghoa terbantu dan tidak kerepotan saat akan mendaki Bukit Panjomuran.
Hingga di hari H Cheng Beng nanti, Los Tjan Boeng Seng dan Bukit Panjomuran akan terlihat bersih dari rumput liar, banyak makam-makam besar leluhur yang terlihat jelas dari jalanan besar.
Writer: Putri Octavia Saragih
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung