Kamis, 07 MARET 2024 • 14:22 WIB

'Geisha Paparazzi' Meresahkan, Jepang Bakal Tutup Akses Distrik Geisha Bagi Turis Asing

Author

Geisha (Visitjapan)

INDOZONE.ID - Merebaknya aksi 'Geisha paparazzi' yakni memotret seniman wanita Geisha secara sembarangan membuat pemerintah Jepang memutuskan untuk menutup akses turis asing masuk ke distrik Geisha, Gion mulai April mendatang.

Aksi pemotretan tanpa izin memang di larang di Jepang. Oleh karena itu, aksi Paparazzi Geisha dinilai sebagai bentuk pelecehan dan merugikan para seniman Geisha serta Maiko (remaja/anak-anak calon Geisha).

Baca Juga: Sejarah Riasan Wajah pada Geisha

Sebelumnya, pemerintah Jepang juga sempat memberlakukan aturan pelarangan pemotretan tanpa izin di area tersebut. Jepang memberlakukan denda sampai 10.000 Yen atau senilai 1 juta Rupiah.

Sayangnya aksi paparazzi ini masih terus merebak di kawasan Gion. Hingga akhirnya pemerintah setempat berencana menutup akses gang-gang kecil terhadap para turis asing.

Melansir dari Independent, kasus pelecehan pernah terjadi di tahun 2019 di mana seorang Geisha dikejar dan foto tanpa seiizin mereka dan bahkan memaksa menyentuh kimono serta wig mereka.

Baca Juga: Berfoto Tanpa Izin di Distrik Geisha Ini Bakal Didenda Rp1,3 Juta

Bahkan sebelum pandemi, seorang Geisha dilaporkan dipukul dan dicabut hiasan kepalanya oleh seorang turis. 

Isokazu Ota, perwakilan pengurus wilayah Gion menyebut gang-gang yang berisi kedai teh dan restoran hanya akan dibuka untuk Geisha, klien Geisha serta penduduk lokal.

Penulis: Gina Nurulfadilah 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Memotret tanpa izin di negara sakura ini dianggap sebagai pelecehan dan merugikan para seniman wanita Geisha dan maiko

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Independent

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU