Banyak wisatawan dari Asia memilih Eropa sebagai tujuan liburan mereka setiap tahun. Tapi sayangnya, sering kali mereka menjadi sasaran para pencopet atau penjahat yang ingin mengambil keuntungan.
Salah satu teman saya, Inggrit pernah mengalami kecopetan di stasiun Brussel Central, Belgia saat sedang memotret.
“Di station Brussels Central, saya sendiri pernah kecopetan saat asyik memotret tanpa memperhatikan tas dan barang-barang yang saya bawa-bawa,” ujarnya kepada Z Creators.
Baca juga: Korban Pencopetan Ini Mau Berikan Rp5 Juta untuk Pencopetnya, Kenapa?
Menurutnya, kalau mau ke Eropa setidaknya harus memiliki kemampuan bahasa Inggris untuk berkomunikasi agar terhindar dari kriminal atau penjahat.
Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa wisatawan Asia rentan jadi sasaran copet saat berlibur di Eropa.
1. Bahasa dan Budaya yang Berbeda
Bahasa dan budaya yang berbeda dapat membuat wisatawan Asia kesulitan untuk berkomunikasi dan menavigasi tempat baru.
Para penjahat tahu bahwa wisatawan Asia mungkin tidak terbiasa dengan lingkungan dan kebiasaan setempat, sehingga mereka menjadi sasaran empuk.
Selain itu, banyak wisatawan dari Asia yang belum terbiasa dengan bahasa Inggris, yang menjadi bahasa Internasional dan paling umum digunakan di Eropa. Hal ini membuat mereka kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang-orang setempat dan memahami instruksi di tempat umum seperti stasiun kereta atau bandara.
2. Gaya Berpakaian
Perbedaan dalam cara berpakaian dan kebiasaan belanja juga dapat membuat wisatawan Asia menjadi sasaran pencopet atau penipu. Wisatawan dari Asia sering kali menggunakan pakaian dan aksesoris yang lebih mahal sehingga membuat mereka menjadi target bagi para pencopet.
Selain itu, wisatawan Asia kerap kali menjadi korban penipuan saat berbelanja di tempat-tempat wisata karena bisa saja mereka tidak terbiasa dengan harga barang dan layanan di Eropa.
3. Membawa Uang Tunai yang Banyak
Banyak wisatawan dari Asia yang membawa uang tunai atau kartu kredit dengan jumlah besar tanpa memperhatikan keamanannya. Ini dapat membuat mereka menjadi sasaran bagi para pencopet atau penjahat yang ingin mencuri uang mereka.
Selain itu, penggunaan kartu kredit di Eropa mungkin berbeda dengan di negara asal wisatawan, sehingga mereka harus berhati-hati saat menggunakan kartu kredit mereka untuk menghindari penipuan atau pencurian.
4. Kurangnya Mawas Diri
Banyak wisatawan Asia yang kurang memperhatikan lingkungan sekitar mereka. Hal ini dapat membuat mereka menjadi kurang waspada dan mudah disasar oleh para pencopet atau penjahat.
Selain itu, banyak wisatawan dari Asia yang kurang memperhatikan barang-barang pribadi mereka seperti tas atau dompet, yang membuat mereka menjadi target empuk bagi para pencopet.
Baca juga: Viral Copet di Masjid Al-Jabbar Nyamar Jadi Ukhti, Santai Ngerokok saat Keciduk
Dalam rangka menghindari menjadi korban pencopet atau penjahat saat berlibur di Eropa, para wisatawan Asia harus meningkatkan kewaspadaan mereka dan selalu memperhatikan lingkungan sekitar mereka.
Tidak hanya itu, mereka harus mempelajari kebiasaan setempat dan bahasa Inggris sebanyak mungkin sebelum berangkat ke Eropa. Dengan demikian, wisatawan dari Asia dapat menikmati liburan mereka tanpa khawatir menjadi korban kejahatan.
Artikel Menarik Lainnya:
- Selama 25 Tahun Jadi Penjahat Populer di Pokemon, Team Rocket Kini Berpisah
- Dibuka Mulai Hari Ini, Cek Syarat dan Rute Mudik Gratis 2023
- Gaya Mulan Jameela Temani Shafeea Nonton Konser BLACKPINK, Pakai Bando Telinga Kelinci
- Indra Bekti Absen di Sidang Cerai Perdana dengan Aldila Jelita: Biar Cepat Selesai
- Mi Fans Merapat! Xiaomi 13 Ultra Bakal Rilis Secara Global, Siap Pecahin Celengan?
Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: