Rabu, 15 FEBRUARI 2023 • 17:42 WIB

Kafe Unik di Sumenep, Gabungkan Tempat Nongkrong dengan Toko Jahit dan Kerajinan tangan

Author

Araretan Kopi di Sumenep, Jawa Timur. (Z Creator/Deni Agustian)

Sebuah kafe unik di Sumenep memberikan nuansa baru untuk para Gen Z dan Milenial. Jika berkunjung ke Sumenep salah satu tempat nongkrong yang punya konsep berbeda dengan berbagai fungsi ialah Ataretan Kopi. Salah satu kafe baru yang berada di jalan Diponegoro, Bangselok, Sumenep, Jawa Timur.

Keunikan Ataretan Kopi

Araretan Kopi di Sumenep, Jawa Timur. (Z Creator/Deni Agustian)

Keunikan kafe ada dari tempat nongkrong yang dipadukan dengan nuansa tailor hingga Store handcrafting di dalamnya. Selain pengunjung ngopi dan ngobrol, mereka juga bisa melihat langsung pemiliknya menjahit hingga membuat kerajinan tangan. 

Seperti aksesoris kalung, gelang, hingga tali jam tangan (strap) menggunakan kualitas terbaik yang harganya beragam. Mulai dari yang termurah Rp5 ribu hingga yang paling mahal sekitar Rp200 ribu. Sedangkan untuk Tailor-nya biasanya beroperasi di pagi hari hingga sore memakai dua mesin jahit dengan terima jasa permak, jahit, hingga sablon.

Bekas Bangunan dari Toko Penjahit Legendaris

Araretan Kopi di Sumenep, Jawa Timur. (Z Creator/Deni Agustian)

Di sisi lain, store-nya yang nggak biasa karena berada di dalam kafe yang menjual kaos hingga daster dengan harga Rp25 ribu hingga Rp200 ribu. Uniknya, kafe ini berada di bekas bagunan tua yang sebelumnya merupakan toko penjahit legendaris di Sumenep, yaitu Boston Tailor yang telah dikenal luas selama 23 tahun oleh warga Sumenep.

Baca juga: Kafe Alugoro Park ‘Hidden Gem’ di Bandung, Konsepnya Kaya Lapak Street Food di Korea

Mengusung Konsep Vintage

Araretan Kopi di Sumenep, Jawa Timur. (Z Creator/Deni Agustian)

Lokasinya yang berada di pinggir jalan raya dan pusat kota membuat kafe ini mudah ditemui. Kafe ini juga mengusung konsep vintage, terlihat jelas dari ornamen hingga barang klasik menghiasi di setiap sudut ruangan.

Mulai dari ukiran khas madura, sepeda ontel, televisi jaman dulu, lampu gantung, tong minyak, hingga mesin jahit jadul bekas yang dimanfaatkan menjadi meja kursi untuk para pengunjung bersantai dan semua barangnya merupakan koleksi pribadi sang pemilik.

Terima Respon Positif dari Pengunjung

Araretan Kopi di Sumenep, Jawa Timur. (Z Creator/Deni Agustian)

Kafe yang beroperasi pada 12 Desember 2022, di pukul 12.00 siang ini sebenarnya merupakan ruang kerja sang pemilik bernama Mohammad Zuhr. Pria berusia 35 tahun itu sengaja menggabungkan ruang kerajinan tangan ruang menjahit sebagai bisnis utamanya yang ditekuninya sejak setahun lalu bersama saudara kandungnya.

“Sebenernya sih main business-nya  bukan ke arah kafe sih. Awalnya cuma untuk ngembangin usaha bisnis saya dan kakak aja sih Hand Crafting dan Menjahit yang sudah berjalan 1 tahun,” ucap Zuhr saat diwawancarai tim Z Creator Deni Agustian.

“Jadi karena hobi ngopi ya akhirnya sekalian deh buka kafe kecil-kecilan, jadi kita kerja sambil ngopi gitu. Eh nggak nyangka baru buka akhir tahun kemarin ternyata responnya baik bahkan pengunjung ada yang bilang berasa kayak ngopi di rumah temen bukan di kafe”, cerita pemilik kafe.

Kopi Favorit Pengunjung

Araretan Kopi di Sumenep, Jawa Timur. (Z Creator/Deni Agustian)

Sesuai namanya, Ataretan Kopi jelas menyediakan pilihan menu utama kopi. Mulai dari Kopi Nusantara dengan sistem Manual Brew hingga pilihan Kopi andalan khasnya yaitu Kopi Nostalgia atau disebut kopi desa. Kopi Nostalgia inilah yang menjadi andalannya. Sementara kopi favorit pengunjungnya adalah Kopi Ataretan yang ternyata punya perlakuan khusus dan berbeda dari Kopi lainnya.

Gelas Tanah Liat

Araretan Kopi di Sumenep, Jawa Timur. (Z Creator/Deni Agustian)

Yang mana perlakuan khusus itu terlihat dalam proses penyajiannya yang dituangkan kedalam gelas tradisional, yaitu menggunakan Gelas Lempong atau gelas yang terbuat dari tanah liat. Gelas ini dipilih karena ingin menjaga cita rasa dari kopi desa yang lebih enak atau lebih antep dengan takaran khusus untuk menjaga konsistensi rasa dari kopi agar tak berubah.

Baca juga: Gak Kalah Sama Bali, Kafe Tengah Sawah di Sukoharjo View Sunsetnya Menawan!

Menu Ataretan Kopi

Araretan Kopi di Sumenep, Jawa Timur. (Z Creator/Deni Agustian)

Sementara untuk menu makanan hanya ada camilan khas desa seperti ubi, ketela pohon, kentang, sosis, hingga mi instan. Untuk harga menu camilan yang ditawarkan di Ataretan Kopi cukup terjangkau dari mulai Rp6 ribu hingga Rp10 ribu.

Sedangkan untuk menu kopi dari mulai Rp5 ribu hingga Rp25 ribu. Ataretan Kopi buka setiap hari mulai dari jam 8 pagi hingga 12 malam dan khusus akhir pekan buka lebih lama hingga jam 3 pagi dengan akses free WiFi super ngebutnya.

Pengunjung Dominasi Anak Muda

Araretan Kopi di Sumenep, Jawa Timur. (Z Creator/Deni Agustian)

Dikarenakan pengunjungnya didominasi anak muda, tak perlu heran kalau kafe ini jadi tempat nyaman warga Sumenep yang hobi bermain game maupun mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas bahkan hingga orang kantoran yang sekedar ngopi dan nongkrong. 

Tak sedikit pula pengunjungnya tertarik untuk membeli dan bertanya produk kerajinan tangan hingga kaos yang dipajang dari hasil kreasi sang pemilik. Tertarik dengan suasana ngopi yang berbeda dan antimainstream? 

Atau ingin bernostalgia dengan hal-hal berbau vintage di Sumenep? Datang ke Ataretan Kopi dengan jargonnya yaitu “Mencari Saudara Seperkopian”. Silahkan mampir!

Artikel menarik lainnya: 

Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini. 

Z Creator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU