Itaewon merupakan kawasan multikultural dengan lebih dari 20.000 orang asing yang tinggal. Itaewon mulai menyebar dan dikenal ke berbagai wilayah dunia mulai tahun 1980-an. Enggak jarang, banyak yang berbondong-bondong untuk mencari hiburan di sana.
Apalagi pada perayaan Halloween 2022, yang dikunjungi penduduk lokal hingga wisatawan asing hingga ratusan ribu orang. Hal itu yang menjadi menyebab terjadinya henti jantung pada beberapa orang hingga akhirnya meningkat jadi ratusan korban jiwa.
Nah, jauh dari hiruk-pikuk gemerlap dunia hiburan, Itaewon juga merupakan rumah bagi komunitas Muslim yang berkembang pesat di Seoul, dan terletak di dekat pangkalan militer AS.
Jika kamu ingin mencari lokasi ibadah, di sana terdapat masjid pertama dan tertua di Korea Selatan (Korsel), yakni Seoul Central Mosque.
Baca Juga: Mengenal Itaewon, Kawasan Multikultural yang Jadi Tempat Tragedi Halloween
Sejarah Singkat Seoul Central Mosque
Masjid yang resmi berdiri sejak 1976 itu, berada di Hannam-dong, Distrik Yongsan, Itaewon, Seoul, Korea Selatan. Berdasarkan catatan The Seoul Guide, geografis masjid ini berdiri tepat di puncak bukit.
Biasanya, masjid ini semakin ramai dikunjungi orang-orang yang akan belajar ajaran islam pada akhir pekan. Seoul Central Mosque juga kerap mengisi kegiatan ceramah, yang disampaikan dalam bahasa Korean, Inggris, hingga Arab.
Masjid ini dibangun oleh perkumpulan umat muslim di Korea yang bernama Korean Muslim Federation (KMF). Mereka mendapatkan bantuan keuangan dari Malaysia sebesar 33 ribu dolar Amerika Serikat untuk membangun masjid tersebut.
Memasuki tahun 1970, beberapa negara Islam dari timur tengah juga ikut berkontribusi membangun masjid yang berdiri di atas tanah hibah pemerintah Korsel. Luas tanah yang didonasikan mereka kala itu seluas 5.000 meter persegi.
Konsep pada bangunan dan lantai Seoul Central Mosque berwarna putih. Di bagian depan, terdapat menara yang terhubung dengan bangunan utamanya. Seperti masjid pada umumnya, menara ini diberikan lambang bulan-sabit pada puncaknya.
Selain itu, pada bagian pintu masuk masjid, terdapat tulisan ‘Allahu Akbar’, yang menjadi penampakan utamanya. Sementara pada bagian luar sebelum masuk gerbang, ada tulisan korea yang maknanya dua kalimat syahadat.
Seoul Central Mosque memiliki bangunan dengan tiga lantai. Untuk lantai pertamanya, difungsikan sebagai kantor atau ruang pertemuan KMF. Lalu, di lantai kedua ada tempat ibadah yang khusus laki-laki, sementara perempuan di lantai tiga.
Baca Juga: Pesta Halloween di Itaewon Tewaskan Banyak Orang, KBRI Pastikan Enggak Ada Korban WNI
Aturan Berkunjung ke Seoul Central Mosque
Dikutip Korean E Tour, tepat pada 21 Mei 1976 Seoul Central Mosque resmi dibuka. Di sana, penduduk atau wisatawan non muslim yang berkunjungan ke kawasan Itaewon, Korsel juga ada yang datang ke sini.
Namun, seperti masuk masjid pada umumnya, tentu saja ada aturan yang perlu wisatawan non muslim patuhi. Misal, mengenakan hijab, hingga pakaian tertup.
Tapi enggak usah khawatir, pengurus masjid itu menyediakan hijab, rok panjang, hingga pakaian tertutup lainnya.
Setelah selesai ibadah di Seoul Central Mosque, kamu bisa belanja atau mencicipi kuliner yang berada di kawasan Sungwon Pusat Seoul. Di sana, terdapat beberapa toko, makanan, supermarket, dan agen perjalanan.
Mengutip catatan Namsan Korea, Seoul Central Mosque juga punya lembaga pendidikan. Di antaranya seperti madrasah, Institut Penelitian Kebudayaan Islam, dan beberapa aktivitas yang berbau pendidikan lainnya.
Nah, kamu tertarik enggak nih, mengunjungi Seoul Central Mosque dan jelajah ragam wisata di kawasan Itaewon untuk liburan?
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: