Senin, 21 APRIL 2025 • 18:29 WIB

Sejarah Buku Masak di Era Belanda yang Kini Terlupakan

Author

ISTIMEWA

INDOZONE.ID - Makanan adalah salah satu kebutuhan primer manusia yang wajib terpenuhi agar nantinya akan mendapatkan manfaat yang baik bagi tubuh.

Makanan kini bukan lagi berfungsi sebagai kebutuhan dasar namun juga menjadi sebuah tradisi budaya dalam masyarakat yang menjadi bagian dalam suatu persoalan moral, estetika, dan penunjuk status sosial khususnya pada masa kolonial.

Oleh karena itu, makanan sendiri tidak lepas dari memasak dan membuat tetapi diperlukan keahlian dan resep agar cita rasanya tetap terjaga.

Seiring berkembangnya waktu dan campur tangan antara orang-orang luar seperti orang Eropa pada masa kolonialisme, masyarakat Nusantara mulai tahu dan diperkenalkan oleh berbagai rasa makanan yang sangat beragam dari belahan dunia yang membuat orang tertarik akan cita rasanya.

Pengelolaan masakan itu mengarah kepada praktik gastronomi dan sains pada tahap awal di Hindia Belanda. Gastronomi sendiri adalah sebuah studi yang mempelajari tentang keterkaitan yang berkaitan dengan kultur dan kuliner. Gastronomi sendiri fokusnya untuk mengkaji berbagai elemen budaya dan makanan sebagai objek kajiannya (seni kuliner).

Karena hal itu, mulai bermunculan buku-buku atau kitab masak yang berisi tentang resep-resep masakan. Resep-resep tersebut dicatat untuk menjadi pengingat dan referensi bagaimana mengolah makanan dengan benar.

BACA JUGA: Buku Gastronomi Indonesia Tentang Rempah & Jamu Raih Penghargaan Buku Masak Internasional

Selain itu kemudian muncul improvisasi dalam pengolahan makanan berdasarkan catatan referensi dari resep-resep tersebut. Dari sini muncul inovasi dan menu makanan baru. Namun jauh sebelum itu, jejak kuliner Nusantara dapat ditinjau melalui sumber-sumber kuno contohnya serat centhini, Kitab Negara Kertagama, laporan perjalanan (salah satunya laporan perjalanan Justus van Maurik), kemudian di masa kolonial ada surat kabar/majalah, Kook Boek, dan lain sebagainya.

Perkembangan penulisan kitab masak ini merupakan salah satu dampak dari perkembangan literasi di Hindia Belaada. Selain itu, juga merupakan dari keragaman flora dan keadaan alam dari wilayah Hindia Belanda saat itu.

Sejak dahulu kala berbagai macam catatan dan pandangan orang-orang Eropa selalu terpesona akan kesuburan alam dan budaya Jawa. Sebuah catatan yang dikarang oleh Raffles, The History of Java yang terbit pada tahun 1817 memberikan deskripsi mengenai keadaan hal tersebut.

Beragamnya rempah-rempah turut mempengaruhi perkembangan resep kuliner di Hindia Belanda. Pada abad ke-19, nusantara yang dikenal sebagai kepulauan rempah-rempah kemudian berganti dengan perkembangan masif dari sistem budidaya tanam di Hindia Belanda, dimulai dengan Cultuurstelsel (1830-1870) hingga penerapan Undang-Undang Agraria (1870).

Susie Protschky (2007) berpendapat jika penggunaan tanah jajahan dan kehidupan yang ada di dalamnya, tidak lepas dari pengaruh dan tanggung jawab dari orangorang Belanda. Gambaran yang paling menarik di mata oleh orang-orang Belanda adalah bidang agrarianya.


Banner Z Creators Undip.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jurnal Perkembangan Catatan Kuliner Di Hindia Belanda Pada A

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU