Rabu, 06 MARET 2024 • 13:40 WIB

Starbucks Timur Tengah PHK 2.000 Pekerja Imbas Boikot Produk Israel

Author

Gerai Starbucks. (Pexels/DomJ)

INDOZONE.ID - AlShaya Group, pemegang hak waralaba Starbucks di Timur Tengah dan Afrika Utara, mengumumkan telah melakukan PHK terhadap 2.000 karyawannya.

Keputusan ini diambil sebagai respons atas penurunan penjualan yang signifikan, akibat boikot konsumen terhadap produk-produk yang dianggap mendukung Israel.

Gerakan boikot tersebut muncul sebagai respons atas tindakan Israel terhadap Palestina, khususnya di wilayah Gaza. Hal ini menyebabkan banyak konsumen di Timur Tengah memboikot produk Starbucks.

Baca Juga: Starbucks China Rilis Menu Kopi Rasa Babi, Timbulkan Pro-kontra di Kalangan Konsumen

"Kami memahami bahwa keputusan ini akan berdampak signifikan pada karyawan yang terkena dampak, dan keluarga mereka," kata Mohammed Alshaya, Executive Chairman Alshaya Group.

"Kami berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada mereka selama masa transisi ini," ujarnya, dikutip dari Reuters, Rabu (6/3/2024).

Alshaya Group mengatakan bahwa PHK akan dilakukan di seluruh wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara. Karyawan yang terkena dampak akan menerima pesangon dan bantuan untuk mencari pekerjaan baru.

Baca Juga: Kopi Ijen Raung Rasanya Super Mantap, Langganan Ekspor ke Starbuck Amerika

Boikot terhadap Starbucks di Timur Tengah adalah bagian dari gerakan boikot yang lebih besar terhadap produk Israel, yang telah berlangsung dari tahun 2023.

Gerakan ini menyerukan kepada konsumen untuk memboikot produk Israel, sebagai bentuk protes terhadap pendudukan Israel di wilayah Palestina.

Alshaya Group adalah salah satu perusahaan ritel terbesar di Timur Tengah dan Afrika Utara. Perusahaan ini mengoperasikan lebih dari 8.000 toko di 20 negara, termasuk Starbucks, The Cheesecake Factory, H&M, dan Shake Shack.


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU