INDOZONE.ID - Serangan bertubi-tubi yang dilakukan Israel kepada Negara Palestina semakin brutal dan menjadi perbincangan dunia. Diperkirakan ada kurang lebih puluhan ribu nyawa menjadi korban. Termasuk anak-anak dan wanita.
Dukungan pun terus mengalir kepada warga Palestina dari beberapa negara seperti memboikot produk-produk yang berafiliasi dengan Israel, tidak terkecuali restoran cepat saji McDonald.
Baru-baru ini, sebuah video yang diunggah akun Instagram @keluhkesahojol.id viral di media sosial.
Baca Juga: Restoran McDonald di Jepang Akan Mulai Menjual Burger Nasi
Dalam video berdurasi 23 detik itu, menampilkan dekorasi dengan nuansa Palestina yang dipasang di salah gerai McDonald.
Dekorasi itu dibuat akibat aksi pemboikotan karena dianggap menjadi salah satu pihak yang mendukung Israel.
Namun, belum diketahui secara detail lokasi restoran tersebut berada di mana. Ada yang menyebutkan kalau restoran McD itu berasal dari Malaysia bahkan berada Negara Indonesia.
Dekorasi seperti balon berwarna yang identik dengan bendera Palestina, terpasang hampir diseluruh bagian gerai, mulai dari depan hingga belakang.
Termasuk memperlihatkan seorang perempuan yang berdiri disamping balon tersebut, sambil memegang syal yang mirip bendera Palestina.
Baca Juga: Banyak Restoran Cepat Saji Logonya Warna Merah dan Kuning, Alasan Psikologi atau Marketing?
"Gerah dengan pemboikotan karena dukung Israel, restoran cepat saji McD akhirnya bikin dekorasi Fee Palestina dengan balon dan syap yang dipakai pegawainya. Apa pendapatmu?, " tulis akun Instagram @keluhkesahojol.id, dikutip Jumat (03/11/2023) sore.
Video ini pun, menimbulkan reaksi beragam dari netizen. Bebarapa orang menganggap tindakan ini patut di apresiasi sebagai bentuk dukungan kepada warga Palestina yang mengalami kesulitan dalam konflik tersebut.
Salah satunya, akun instagram @Ian_hitsugaya mengaku dilema dengan adanya boikot tersebut. Menurutnya, di satu sisi dukung Palestina dengan melakukan boikot. Disisi lain, mengkhawatirkan nasib karyawan McD yang bisa saja kena PHK, karena mereka bukan warga Israel.
"Buat saya pribadi sih dilema disatu sisi kita boikot karena dukung Palestina nasib mereka yang jadi karyawan bisa jadi kena PHK dan mereka bukan warga Israel," tulisannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram