INDOZONE.ID - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengungkap dampak dari bencana banjir Bali terhadap sektor pariwisata setempat. Ia memastikan tidak ada pengaruh yang signifikan baik terhadap pergerakan wisatawan maupun daya tarik wisata di Bali.
Menteri Widiyanti juga menyampaikan bahwa tidak ada laporan pembatalan rencana kunjungan wisatawan baik mancanegara maupun nusantara.
Wisata Bali Tetap Hidup
Untuk saat ini, Bali tetap terbuka bagi wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman berwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Baca juga: Daftar Destinasi Wisata Bali yang Terdampak Banjir Besar, Terburuk dari Sepuluh Tahun
"Destinasi atau titik daya tarik wisata juga tidak ada yang terdampak. Dari sisi pariwisata, semua sudah berjalan dengan baik," kata Menpar dilansir ANTARA.
Ia memahami sepenuhnya adanya peringatan perjalanan (travel warning) yang sebelumnya dikeluarkan sejumlah negara untuk warga negaranya terkait bencana banjir di Bali.
"Travel warning adalah kewajiban dari satu negara untuk mengingatkan warganya dan itu hal yang biasa. Tapi intinya adalah bagaimana pemerintah, termasuk Pemda Bali, telah berusaha sebaik mungkin untuk memperbaiki situasi dan sekarang insyaAllah (Bali) sudah berjalan dengan baik, bisa menerima wisatawan," Menpar menambahkan.
Baca juga: Wisata Bali Dibuka Kembali, Ini Harapan Pimpinan DPR RI
Kunjungan Menpar Bersama Presiden Prabowo
Untuk diketahui, Menpar bertolak ke Bali mendampingi Presiden Prabowo Subianto. Pejabat pusat meninjau sejumlah lokasi di Bali yang terdampak banjir, pada Sabtu 13 Septemper 2025, salah satunya wilayah Jalan Gajah Mada, Denpasar.
Berdasarkan keterangan resmi, Presiden dan rombongan terbatas berjalan kaki memasuki permukiman, tepatnya di Gang IV dan berbincang dengan sejumlah warga. Setelahnya, Presiden Prabowo bersama Menteri Pariwisata Widiyanti mengunjungi Pasar Kumbasari seraya menyapa warga menyampaikan rasa prihatin dan duka bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir.
"Kami turut berduka cita atas korban meninggal dan juga keluarga yang ditinggalkan. Mudah-mudahan ke depan kita bisa bangkit bersama dan menata kembali Denpasar, Bali dan daerah lainnya lebih baik lagi," ujar Menteri Widiyanti.
Kehadiran Presiden menjadi wujud komitmen sekaligus pesan bahwa negara hadir memberikan dukungan bagi masyarakat. Pemerintah bersama berbagai pihak terkait telah menyiapkan langkah-langkah serta program dalam upaya mendukung pemulihan bagi wilayah yang terdampak di Bali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA