Senin, 08 SEPTEMBER 2025 • 15:08 WIB

Aplikasi All Indonesia Resmi Diluncurkan, Wisatawan Kini Lebih Mudah Masuk ke Indonesia

Author

Aplikasi resmi sistem deklarasi kedatangan yang akan menyederhanakan seluruh proses masuk penumpang internasional termasuk wisatawan ke wilayah Indonesia.

INDOZONE.ID - Pemerintah Republik Indonesia meluncurkan aplikasi All Indonesia pada Selasa, 2 September 2025, sebagai sistem resmi untuk mengisi deklarasi kedatangan penumpang internasional. Kehadiran aplikasi ini menjadi langkah nyata dalam mempermudah proses masuk wisatawan ke tanah air.

All Indonesia mengintegrasikan layanan empat instansi penting, yaitu Direktorat Jenderal Imigrasi, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, serta Badan Karantina Indonesia.

Dengan sistem tunggal ini, wisatawan tidak perlu lagi melalui proses berulang-ulang di bandara atau pelabuhan.

Baca juga: Kolaborasi Melindungi Wisata Melalui Kampanye “Wander Through Bali’s Wonder”

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan apresiasinya. “Kementerian Pariwisata sangat mengapresiasi hadirnya All Indonesia sebagai satu-satunya aplikasi resmi sistem deklarasi kedatangan yang menyederhanakan seluruh proses masuk ke wilayah Indonesia,” ujarnya. Ia menegaskan, langkah ini juga menjadi bagian dari peningkatan pengalaman wisatawan ketika menikmati keindahan alam dan budaya Indonesia.

Aplikasi ini sudah dapat digunakan sejak diluncurkan, dan mulai 1 September 2025 penggunaannya diwajibkan di tiga bandara internasional: Soekarno-Hatta, I Gusti Ngurah Rai Bali, serta Juanda Surabaya. Selain itu, enam pelabuhan di Batam juga menerapkan aturan serupa, di antaranya Batam Center, Nongsa, Marina, Sekupang, Harbour Bay, dan Bengkong.

Menariknya, wisatawan dapat mengisi deklarasi kedatangan di negara asal atau maksimal tiga hari sebelum keberangkatan. Fasilitas pembayaran visa on arrival sebesar 35 dolar AS atau sekitar Rp542.500 juga tersedia dalam aplikasi ini. Bukti berupa kode QR akan menjadi dokumen penting yang harus ditunjukkan saat melewati imigrasi dan bea cukai.

Menpar menambahkan, peluncuran ini sejalan dengan prioritas Kemenpar melalui program Transformasi Digital: Tourism 5.0. Ia menekankan bahwa digitalisasi adalah kebutuhan utama dalam memperkuat kualitas pariwisata. “Era baru pariwisata Indonesia tidak bisa terlepas dari teknologi. Kemudahan ini akan memperkuat indeks pengembangan pariwisata Indonesia di dunia,” jelasnya.

Baca juga: Mulai 1 September, Wisman Wajib Isi Form Kedatangan via Aplikasi All Indonesia

Selain aplikasi di perangkat seluler, wisatawan juga bisa mengakses All Indonesia lewat situs resmi allindonesia.imigrasi.go.id. Pemerintah juga mendorong pihak industri pariwisata ikut serta dalam menyebarluaskan informasi ini kepada calon pengunjung.

Hadirnya All Indonesia menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam menghadirkan layanan modern yang ramah, aman, dan mendukung pariwisata Indonesia agar semakin bersaing di tingkat global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemenpar

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU