Makam Para Raja di Pangali-Ali, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene. (Z Creators/Wahyuddin)
INDOZONE.ID - Di Pangali-Ali, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat terdapat sebuah situs bersejarah bernama Makam Para Raja.
Kompleks ini bukan hanya merupakan tempat peristirahatan terakhir para penguasa setempat, atau mara’dia, serta anggota masyarakat Banggae, tetapi juga mengusung nilai budaya dan sejarah bagi masyarakat setempat.
Makam Para Raja ini bukan sekadar tempat penghormatan, melainkan juga menjadi daerah tujuan wisata yang memikat dan menarik pengunjung dari Majene dan sekitarnya.
Keindahan situs ini tidak hanya berakar pada makna sejarahnya, melainkan juga pada lokasinya yang memukau sepanjang garis pantai, menawarkan pemandangan yang indah.
Kompleks makam ini mencakup area seluas 1,6 hektar dan merupakan kuburan tradisional terbesar di Sulawesi Barat.
Dikutip Z Creators dari kebudayaan.kemendikbud.go.id total ada 251 makam yang terdapat di kawasan ini. Keberadaan area warisan budaya yang begitu luas ini membentangkan karpet kaya akan wawasan sejarah, terutama mengenai sejarah tanah Mandar.
Bagi para pelancong, destinasi ini merupakan pilihan yang menggoda. Keelokan dan nilai edukatifnya yang Instagramable, terutama terkait dengan sejarah kawasan Mandar, menjadikannya sebagai situs yang memikat untuk dieksplorasi.
Makam Para Raja di Pangali-Ali, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene. (Z Creators/Wahyuddin)
Permata ini diberi nama “Makam Para Raja dan Hadat Banggae” masa pemerintahan Daenta Melanto (Mara'dia Banggae II). Lokasinya juga terletak di puncak Bukit Ondongan di Desa Pangali-Ali, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene.
Sesuai dengan namanya, destinasi wisata ini menampilkan sekitar 471 makam yang dibuat dari berbagai bahan, termasuk batu lava, batu tanah, dan kayu, dengan masing-masing memiliki ukiran dan bentuk yang unik dan rumit, serta memiliki makna simbolis yang tersendiri.
Pengunjung yang datang tidak hanya menikmati keindahan estetika makam-makam kerajaan Banggae, tetapi juga disuguhi pemandangan panoramik pantai serta keindahan Kota Majene. Situs ini menyediakan gazebo yang nyaman untuk bersantai dan tanaman hijau subur yang melengkapi suasana yang menyegarkan.
Yang lebih menggembirakan adalah anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk menikmati tempat wisata ini. Hanya dengan merogoh kocek
Rp5 ribu sudah bisa mengabadikan kenangan, belajar tentang sejarah, atau sekadar menikmati udara pegunungan yang segar. Situs ini selalu terbuka untuk tamu setiap hari selama jam kerja reguler, mulai pukul 08.00 hingga 17:00 WITA.
Akses ke lokasi ini juga sangat mudah, jaraknya hanya sekitar 2,5 kilometer dari pusat Kota Majene, menjadikannya destinasi yang mudah dijangkau untuk berkumpul bersama keluarga atau kunjungan dengan teman sesuai keinginanmu.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Z Creators