Air Terjun Pahkoto tersembunyi di antara bebatuan hitam (Z Creators/Arianto Selly)
Buat pecinta wisata alam, jangan lewatkan berkunjung ke Air Terjun Pahkoto di Nusa Tenggara Timur.
Nama Pahkoto berasal dari dua kata “pah” artinya wilayah dan “koto” yang artinya kacang. Jadi, Pahkoto adalah daerah atau wilayah yang ditumbuhi oleh berbagai jenis kacang. Entah kacang yang ditanam untuk dikonsumsi atau kacang yang tumbuh liar.
Air Terjun Pahkoto dikelola oleh Suku Thaal karena berada di permukiman Suku Thaal di Dusun Oelmuke, Desa Tasinifu, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.
Saat tiba di desa, kamu harus berjalan kaki melewati SD Kecil Oelmuke. Tapi tenang saja, karena perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan itu akan terbayar dengan panorama sepanjang perjalanan dan keindahan air terjun.
Sumber air terjun Pahkoto berasal dari Gunung Babnain dan Bikekneno. Air terjun ini memiliki ketinggian belasan meter yang mengalir melewati dinding bebatuan keras berwarna hitam. Pada bagian bawah, tepat jatuhnya air terjun membentuk kolam kecil dengan banyak bebatuan bertabrakan, sehingga kurang begitu cocok untuk mandi.
Meski enggak bisa untuk mandi, suasana tenang dan sejuk begitu terasa saat berada di area air terjun Pahkoto, membuat siapapun yang berkunjung betah berlama-lama.
Perjalanan pulang dari air terjun cenderung memakan waktu lebih lama karena harus mendaki. Sebaiknya kamu menginap saja selama satu malam di rumah warga Desa Tasinifu, lalu melanjutkan perjalanan keesokan paginya.
Begitu tiba di pinggiran sungai, kamu harus berjalan melewati pinggir aliran air berhiaskan bebatuan hitam keras dengan dinding batu berdiri kokoh pada sisi kiri dan kanan.
Perjalanan melewati aliran sungai memakan waktu balasan menit melewati beberapa air terjun kecil, jadi harus berhati-hati, ya!
Artikel Menarik Lainnya:
Viral Wajah Wanita 28 Tahun Lebih Tua dari Usianya, Ternyata Gejala Awalnya Gatal-gatal
Ngeri! Ada JPO Horor Menantang Maut di Bandung, Melintasinya Bagai Uji Nyali
Salah Kaprah! Ternyata Wingko Babat Bukan Asli Semarang, Begini Asal-Usulnya
Selain Sarang Hantu, Inilah Alasan Pohon Pisang Terlarang Ditanam di Depan Rumah!
Bangga! Gamelan Go International, Jadi Mata Kuliah di Ekuador Berkat Sosok Agung Kurniadi
Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: