Media sosial Twitter kembali dihebohkan dengan seorang pendaki asal Majalaya, Bandung, Jawa Barat, berinisial MIH, yang mengaku mengibarkan bendera Merah Putih di Gunung Everest.
Bahkan MIH diketahui mendaki gunung Everest, untuk membawa misi kebudayaan yang disponsori Pemerintah Kabupaten Tangerang, & perusahaan multinasional FLS.
Namun setelah viral, rupanya diketahui bahwa foto yang diunggah MIH itu merupakan hasil nyomot dari akun Instagram orang lain. Padahal, pemilik foto asli pengibar bendera Merah Putih di Lobuche East Everest adalah, pria bernama Andika Kusuma (28) asal Salatiga, Jawa Tengah.
Baca Juga: Merinding! Pria Ini Dengar Suara Aneh Saat Naik Gunung: Jangan Lihat ke Belakang
Andika menceritakan, pertama kali mengetahui fotonya digunakan oleh MIH melalui informasi yang diberikan salah satu temannya.
"Awal ketahuan, saya diberi tahu seorang teman bahwa foto saya dimuat waktu itu oleh salah satu media,” ucap Andika saat dikonfirmasi Indozone, Senin (19/12/2022).
“Namun dengan isi artikel yang tidak benar dan mengatasnamakan orang lain... ternyata setelah ditelusuri, foto tersebut sudah dimuat di beberapa media lain juga dengan isi artikel yg kurang lebih sama," sambungnya.
Baca Juga: 3 Pendaki Gunung Kantega Himalaya asal Prancis Ditemukan Tewas
Awal bulan Oktober lalu, keponakanku berangkat ke Nepal utk menjalankan misi pendakian ke Mount Everest.
— G Minor ???????? (@igoen_anindya) December 16, 2022
Singkat cerita medio Oktober berhasil mencapai Lobuche East Summit.
Eh,ujug2 ada orang Majalaya yg make foto ponakanku & ngaku2 dialah yg sampe di puncak.
Gelok bgt gak seh. pic.twitter.com/9O7UEWSRqF
Andika menceritakan, pendakiannya ke Lobuche Peak di Himalaya dimulai pada 19 September 2022, dan berhasil mencapai puncak tanggal 29 September 2022. Ia bertemu dengan MIH karena menggunakan agen perjalanan yang sama.
"Jadi pendakian saya ke Lobuche Peak di Himalaya dimulai tanggal 19 Sept 2022 & berhasil mencapai puncak tanggal 29 Sept 2022. Saya kebetulan menggunakan agen yang sama dengan MIH yaitu Himalayan Masters Adventure, jadi jadwal kami disamakan," katanya.
Saat ini, Andika telah menerima klarifikasi dan permohonan maaf dari media lokal yang memberitakan informasi terkait pendaki Gunung Everest itu. Namun sayangnya, dari pihak MIH belum ada permintaan maaf.
"Sejauh ini klarifikasi yang saya terima dari pihak media lokal tersebut, dan beberapa media lain yang ikut mengutip," imbuhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: