Garuda Wisnu Kencana (unsplash/@haryasa)
Bali memiliki maskot atau landmark Pulau Dewata yang dijadikan tempat wisata, yakni patung Garuda Wisnu Kencana (GWK).
Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana atau Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, terletak di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.
Untuk menuju GWK Bali ini, pengunjung bisa menempuh perjalanan sekitar 25 menit (12 kilometer) dari bandara Ngurah Rai atau 40 kilometer dari kota Denpasar.
Buat kamu yang ingin mengunjungi kawasan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, sekarang kamu enggak perlu khawatir lagi.
Karena Indozone sudah merangkum sejarah, legenda, tempat rekreasi, ukuran, hingga tiket masuk ke Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali.
Garuda Wisnu Kencana (GWK) adalah patung Dewa Wisnu yang sedang menunggang burung garuda.
Dalam mitologi Hindu, Dewa Wisnu dianggap sebagai pelindung alam semesta, sedangkan garuda melambangkan kesetiaan dan pengabdian tanpa pamrih.
Sementara itu, kencana artinya emas. Itulah sebabnya, patung GWK dan garuda dihiasi dengan mahkota dari mozaik emas.
Di Indonesia sendiri, burung garuda merupakan lambang negara Indonesia sekaligus simbol kemerdekaan rakyat Indonesia.
Patung Garuda Wisnu Kencana, sebenarnya terdiri dari 30 lantai, namun kamu hanya boleh mengunjungi sampai ke lantai 23 saja.
Sebab, lantai 23 setara dengan bahu patung Dewa Wisnu, sedangkan lantai 30 setara dengan kepala Dewa Wisnu.
Bagi masyarakat Bali, kepala Dewa Wisnu merupakan hal yang sangat suci, sehingga tidak boleh diinjak oleh sembarang orang.
Patung Garuda Wisnu Kencana dibangun di atas hamparan kapur bekas penambangan liar yang telah ditinggalkan.
Hal inilah yang membuat kawasan GWK dipenuhi dengan balok-balok kapur raksasa yang telah dipotong rata.
Patung ini terbuat dari tembaga dan kuningan seberat 3.000 ton, yang didesain dengan 754 modul dengan 25 segmen.
Pantas saja biaya yang dihabiskan untuk menyelesaikan patung kalori jfg ini sangat besar, mencapai Rp450 miliar.
Adapun ukuran patung Garuda Wisnu Kencana lengkap dengan kawasan taman budayanya, yakni sebagai berikut:
Kalau kamu ingin mengunjungi Garuda Wisnu Kencana, kamu harus membeli tiket masuknya terlebih dahulu.
Berdasarkan laman resmi gwkbali.com, harga tiket masuk Garuda Wisnu Kencana hanya sebesar Rp95.000 per orang.
Dengan membeli tiket Garuda Wisnu Kencana tersebut kamu sudah bisa mengakses berbagai fasilitas di dalamnya, seperti:
Enggak perlu takut bosan kalau berkunjung ke GWK Bali ini, karena kamu bisa melakukan banyak aktivitas menarik.
Salah satunya yaitu mengendarai electric scooter yang disebut Segway dan Skutis, untuk mengelilingi kawasan GWK yang sangat luas.
Dengan durasi berkendara selama 15 menit, biaya yang dipatok juga cukup terjangkau, yakni sebagai berikut:
Selama berada di kawasan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, kamu bisa mengunjungi beberapa tempat rekreasi menarik, di antaranya:
Kalau kamu ingin melihat panorama patung GWK dari ketinggian, kamu bisa mendatangi Plaza Wisnu.
Plaza ini bukanlah pusat perbelanjaan, melainkan dataran tertinggi yang merupakan lokasi utama tempat patung Garuda Wisnu Kencana berdiri.
Di dalam kawasan Plaza Wisnu, terdapat Parahyangan Somaka Giri yang merupakan sumber mata air suci yang tak pernah kering bahkan saat musim kemarau.
Sumber mata air ini dipercaya membawa berkah karena bisa menyembuhkan berbagai penyakit.
Street Theater adalah titik awal dan akhir kunjungan ke Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, yang dipenuhi tempat makan, toko souvenir, toilet, dan foto studio.
Lotus Pond merupakan area utama yang terletak di tengah-tengah kawasan Garuda Wisnu Kencana Cultural Park dan dikelilingi tembok pilar batu kapur raksasa.
Bagi kamu yang ingin menyaksikan Tari Kecak secara gratis, kunjungi saja area Amphitheatre sekitar pukul 18.30 s/d 19.30 WITA setiap sore.
Nah, itulah penjelasan mengenai patung Garuda Wisnu Kencana lengkap dengan sejarah, ukuran, dan tiket masuknya. Semoga bermanfaat, ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: