Gerbang masuk ke Kota Marrakesh (Fabiola Lawalata/IDZ Creators)
Berada di Marrakesh seperti menempatkan diri di salah satu lokasi syuting film Sinbad, hanya bedanya lokasi ini nyata dan inilah 7 hal yang harus kamu lakukan kalau berada di Marrakesh, Maroko.
Sangat mudah menemukan Koutoubia dengan minaretnya yang sangat impresif. Menara ini seringkali digunakan pelancong sebagai titik temu ketika kehilangan arah. Maklum Marrakesh itu seperti labirin raksasa yang sering bikin orang asing tersasar.
Nikmati sensasi menunggu hadirnya sunset sambil duduk-duduk di taman luas di depan plataran Masjid Koutoubia.
Kecuali kamu ingin tersasar dan enggak bisa menemukan jalan menuju tujuan, lebih baik susuri Zouk di siang hari.
Di Zouk kamu akan merasakan experience berjalan di antara kios-kios penjual bumbu herbal dengan wangi yang menusuk hidung, sampai mengeksplor pasar yang menjual isi perut daging sapi.
Rata-rata tiket masuk di sightseeing spot di Marrakesh berkisar di 10 Dirham atau sekitar Rp15 ribu saja per orangnya. Dengan tiket yang begitu murah, kualitas museum di Marrakesh patut diacungi jempol.
Salah satu museum yang wajib didatangi adalah Museum Marrakesh, yang bangunannya penuh dengan seni mozaik khas Maroko.
Sightseeing spot lainnya di Marrakech yang wajib untuk disinggahi adalah Ben Youssef Medrassa Islamic College, El Badi Palace, Bahia Palace dan The Marrakech Museum of Photography and Visual Arts (MMPVA).
Food is definitely the highlight of a trip to Marrakech, murah meriah dan enak.
Contoh makanan ala Maroko adalah tagine, cous-cous, kebabs, and Harira sup yang dapat dinikmati di banyak restoran lokal, pastinya Halal.
Jumlah hotel di Marrakesh terus meningkat seiring meningkatnya popularitas kota ini sebagai tujuan wisata. Hotel-hotel di Marrakesh enggak ubahnya seperti Riad atau hunian ala warga lokal.
Namun sama seperti hotel kebanyakan, kamu bisa pilih mau menginap di hotel mewah, menengah atau hotel backpacker. Jadi tinggal sesuaikan saja sama anggaran.
Jeruk yang diimpor dari Maroko sangat populer karena kualitasnya yang juara! Kamu bisa menemukan penjualnya di seantero negeri, bahkan di kaki lima dan gerobakan, dengan harga mulai dari Rp15 ribu saja.
Jus jeruk maroko tersaji setiap saat tanpa mengenal musim.
Djemaa el Fna adalah situs warisan dunia UNESCO dan alun-alun terbesar di Afrika. Suasana berubah dari hari ke malam, sehingga patut dikunjungi dua kali untuk merasakan atmosfer yang berbeda.
Siang hari ramai oleh atraksi topeng monyet, ibu-ibu yang menawarkan jasa lukis henna di tangan, tukang obat dan tukang ramal. Lalu malamnya alun-alun berubah menjadi seperti foodcourt, puluhan restoran menawarkan menu berbagai makanan.
Bagaimana, tertarik mengunjungi Marrakesh? Untuk pemegang paspor Indonesia, kamu bisa mengunjungi Maroko tanpa visa, asyik kan?
So pack and go!
Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join IDZ Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: