Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 12 DESEMBER 2021 • 18:26 WIB

Piyandeling, Bangunan dengan Arsitektur Lokal di Desa Mekarwangi yang Berbahan Dasar Bambu

Piyandeling, Bangunan dengan Arsitektur Lokal di Desa Mekarwangi yang Berbahan Dasar BambuPiyandeling, bangunan dengan ciri khas bambu yang unik. (Photo/Archdaily)

Piyandeling merupakan bangunan yang cukup unik dan menarik dengan nilai-nilai arsitekturnya. Selain berdiri di atas bukit di Desa Mekarwangi, bangunan ini juga berdiri dengan keseluruhan bantuan dari bahan bambu.

 

(Photo/Archdaily)

 

Desain ini dikerjakan oleh tim proyek Guha Studio yang dibantu oleh para pekerja lokal. Membentuk tiga bangunan berbentuk organik yang terintegrasi ke dalam konteks yang cukup unik.

Piyandeling dan Tiga Bangunan

(Photo/Archdaily)

 

Menyadur dari catatan Designboom, Piyandeling terdiri dari tiga bangunan dan tiga bahan konstruksi utama, yakni plastik daur ulang, bambu jenis simpodial lokal dan batu lokal untuk fondasinya.

Bengkel pengrajin bernama "Kujang" merupakan struktur dua lantai yang ditinggikan dengan aula terbuka untuk pertemuan. Bengkel ini menggunakan struktur bambu kisi-kisi dengan daun nipah dan membran kedap air untuk atapnya.

Bangunan ini juga merealisasikan arsitektur vernakular Jawa Barat yang desainnya mencakup langkan bambu bengkok. Bentuk bergelombang menciptakan siluet organik, seperti gerakan alami burung, yang merupakan senjata tradisional dalam tradisi Sunda.

Ukuran dan Isi Bangunan

(Photo/Archdaily)

 

Tempat tinggal tersebut berada di dalam bangunan melingkar tiga lantai dengan tapak 3 x 3 m. Bangunan ini dirancang untuk satu keluarga, dengan dua kamar tidur anak, satu kamar tidur utama, dan kamar mandi bersama.

Selubung bangunan yang dapat dibuka dibuat menggunakan panel plastik daur ulang yang menutupi dan melindungi struktur bambu bagian dalam. Atap juga membentuk koridor layanan 800 mm dengan ventilasi udara silang ganda dan insulasi dinding ganda ke ruang tamu inti bangunan.

 

(Photo/Archdaily)

 

Hal ini merupakan adaptasi dari pendekatan tradisional yang mengarah kepada industri, menggabungkan sambungan kayu tradisional dan sambungan bambu yang direkatkan. Teknik ini dikembangkan Guha Studio yang memungkinkan eksperimen struktur bambu 3 lantai dengan struktur bambu diagonal dari konstruksi pelat lantai.

Baca juga: Melihat Keindahan Arsitektur Bangunan Es Sebagai Pusat Pariwisata Olimpiade Musim Dingin

Bangunan Bernama Saderhana

(Photo/Archdaily)

 

Bangunan lainnya bernama Saderhana merupakan bangunan 1 lantai yang terletak di sekeliling situs, yang berisi ruang dokter gigi, studio desain, dan ruang bawah tanah.

Bangunan tersebut dibangun dengan platform batu dan atap bambu menyediakan 'talahap' - konstruksi bambu tradisional melengkung yang dilapisi dengan lapisan membran kedap air dan nipah.

 

(Photo/Archdaily)

 

Studio bawah tanah dibangun dengan kerangka bambu dan beton, yang menciptakan dinding retensi dengan bekisting berbentuk bambu. Idenya itu adalah untuk menciptakan hasil akhir yang mentah, jujur, dan rendah hati.

Mengadaptasi Keahlian Lokal

(Photo/Archdaily)

 

Piyandeling merupakan bangunan yang dirancang sebagai salah satu contoh arsitektur bricolage. Bricolage merupakan istilah dalam desain modern yang mengacu pada pembuatan yang baru dengan bahan-bahan lama yang kebetulan tersedia.

Proyek tersebut juga menggunakan dan mengadaptasi keahlian lokal serta bahan yang tersedia secara lokal untuk membuat desain yang tampak tumbuh dari tanah sekitar.

 

 

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Piyandeling, Bangunan dengan Arsitektur Lokal di Desa Mekarwangi yang Berbahan Dasar Bambu

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!