Ilustrasi naik pesawat. (Unsplash/@punttim)
Mungkin ada yang pernah dengar pernyataan "kasus meninggal dalam kecelakaan mobil lebih banyak daripada kecelakaan pesawat'.
Hal itu diharapkan bisa jadi sedikit hiburan bagi yang mempunyai ketakutan naik pesawat terbang.
Faktanya, pernyataan di atas itu benar.
National Safety Council menempatkan kemungkinan meninggal dalam kecelakaan kendaraan bermotor pada 1 dari 106 berdasarkan kematian yang tercatat.
Sedangkan tidak ada cukup data untuk menghitung kemungkinan meninggal dalam kecelakaan pesawat.
"Bagi orang yang takut terbang, mereka akan sering mengatakan bahwa mereka tahu terbang adalah bentuk perjalanan yang aman dan ini mungkin masuk akal bagi mereka dengan cara yang rasional dan logis," kata Dr. Rebecca Hoffenberg, seorang ahli klinis psikolog.
Masalahnya, tubuh mereka telah membentuk pola respons di mana pesawat telah dikaitkan dengan kecemasan.
Sementara diagnosis klinis aviofobia (ketakutan terbang), cukup jarang terjadi, hanya mempengaruhi 2,5 persen populasi.
Beberapa orang hanya khawatir berada di ruang tertutup terlalu lama, tidak menyukai ketinggian, dan sebagian takut secara tidak sengaja membuka pintu pesawat di tengah penerbangan.
Apa pun pemicunya, ada banyak cara untuk meredakan ketakutan naik pesawat.
Yuk simak tips berikut ini yang dirangkum dari berbagai sumber.
Pramugari dan pramugara pesawat akan selalu ada untuk setiap penumpang.
Pramugari diwajibkan oleh maskapai penerbangan untuk melakukan pelatihan langsung setahun sekali untuk mengetahui prosedur darurat terbaru.
“Prioritas nomor satu kami adalah memastikan keselamatan penumpang kami, jadi tidak perlu takut” kata Jennifer Jaki Johnson, pramugari dan pendiri merek kesehatan perjalanan Jetsetter Chic.
Buat kamu yang merasa tidak nyaman di udara, tapi saat terpaksa harus naik pesawat, ada baiknya mengeluarkan sedikit biaya tambahan untuk memilih kursi yang tepat.
Jika takut ketinggian, menjauhlah dari kursi di dekat jendela. Tetapi jikaingin mengetahui apa yang terjadi di luar dengan cepat, silahkan duduk dekat jendela.
Bila punya budget lebih, kenapa tidak mencoba pesawat kelas bisnis atau kelas satu yang sudah pasti lebih nyaman.
Turbulensi tidak lebih dari arus angin miring yang menyebabkan pesawat sedikit berbandul.
Itu sama sekali tidak seperti mengemudi di jalan bergelombang atau berlayar di laut yang berombak.
Jadi, tidak perlu khawatir berlebihan karena pesawat dirancang khusus untuk menangani dan meminimalkan turbulensi.
Ditambah lagi, kini teknologi semakin canggih yakni dapat memprediksi area turbulensi sehingga pilot dapat menghindarinya dan melakukan pendaratan semulus mungkin.
Cara terbaik untuk menghadapi ketakutan adalah menghadapinya secara langsung.
“Melawan ketakutan memungkinkan seseorang untuk melakukan kontak dengan stimulus yang ditakuti dan menyangkal kognisi irasional mereka yang berlebihan seputar rasa takut,” kata Dr. Kutner.
Penghindaran terus menerus hanya akan memperburuk ketakutan.
Jadi, jika benar-benar ingin mengatasi rasa takut terbang, hal terbaik yang dapat dilakukan sendiri adalah naik pesawat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: