Tangkapan layar video turis makan di tempat pemakaman di Thailand. (Facebook/Charantorn Chareomkiad)
INDOZONE.ID - Sebuah kejadian lucu terjadi di Thailand ketika sekelompok turis asing mengira tenda acara pemakaman adalah rumah makan.
Kejadian menggelitik ini terjadi di Distrik Khanom, Provinsi Nakhon Si Thammarat, di mana para turis awalnya ingin mencari tempat makan sambil menikmati suasana malam kota.
Dalam video yang diunggah pria bernama Charantorn di Facebook, dua pria bule duduk di meja yang disiapkan untuk pelayat. Di atas meja tersaji makanan dan minuman sebagai bentuk terima kasih tuan rumah kepada para tamu yang hadir.
Baca juga: Layanan Babysitting untuk Turis Asing Lagi Tren di Jepang, Orang Tua Bisa Liburan dengan Tenang
Saat diberi tahu bahwa rumahnya bukan warung atau restoran, para turis terlihat terkejut dan langsung meminta maaf. Meski terjadi salah paham, pemilik rumah justru menyambut mereka dengan ramah.
Para turis tetap disuguhi makanan dan minuman, mulai dari teh es khas Thailand hingga kue tradisional.
Namun karena lokasi pemakaman berdekatan dengan pasar malam, kejadian serupa kembali terjadi keesekon harinya.
Tiga orang turis asal Belanda mendatangi lokasi pemakaman yang sama dan bahkan sempat memesan minuman serta koktail es.
Mereka mengira tempat tersebut adalah kedai karena melihat banyak orang duduk di meja-meja.
Baca juga: Turis Korea Kegep Paralayang di Gunung Bromo, Kejadiannya Ternyata 2 Bulan Lalu
Ketiganya terkejut saat mengetahui bahwa acara tersebut adalah pemakaman. Namun lagi-lagi, tuan rumah menyambut mereka dengan hangat dan menyajikan lima piring serta mangkuk berisi makanan, termasuk hidangan kari.
Unggahan ini kemudian viral dan menuai ragam komentar dari netizen Thailand. Tak sedikit yang memuji kejadian tersebut sebagai contoh indah dari kedermawanan orang Thailand.
"Datang ke Thailand, kamu tidak akan kelaparan. Orang Thailand sangat baik,” tulis seorang netizen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: South China Morning Post