Ilustrasi pasangan liburan di Jepang. (Freepik/nattysiri)
INDOZONE.ID - Layanan babysitting untuk wisatawan asing kini semakin berkembang pesat di Jepang. Tren ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan akan pengasuh anak yang mampu berbahasa asing, sehingga keluarga bisa liburan dengan tenang di Jepang.
Kini, banyak keluarga memilih menitipkan anak mereka kepada babysitter profesional yang fasih berbahasa Inggris.
Cara ini memberi kebebasan bagi orang tua untuk menikmati berbagai aktivitas, mulai dari berburu kuliner, mengunjungi museum hingga ke destinasi populer lainnya.
Baca juga: Viral! Koper WNI Ini Dibongkar oleh Petugas Bandara Jepang, Ternyata Ini Alasannya
Selain menjaga anak, beberapa penyedia jasa juga menawarkan program aktivitas langsung untuk si kecil.
Anak-anak akan mendapatkan pengalaman seru seperti membuat kerajinan tangan, mengunjungi sekolah penitipan anak, hingga belajar teknik pernapasan tenang di kuil Zen.
Layanan pengasuhan tersebut disediakan oleh Synk, sebuah perusahaan berbasis di Kamakura, Prefektur Kanagawa. Perusahaan ini mempekerjakan sembilan pengasuh anak bersertifikat nasional yang fasih berbahasa Inggris, serta satu tenaga perawat.
Sejak diluncurkan pada April lalu, Synk telah menangani lebih dari 50 permintaan, dengan tarif mulai dari 54.000 yen (sekitar Rp5 jutaan) untuk layanan selama tiga jam.
Tak hanya Synk, sejumlah bisnis lain juga mulai menangkap peluang ini. Poppins, penyedia layanan pengasuhan anak di Tokyo, meningkatkan perekrutan babysitter yang mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya.
Sementara itu, Nagoya Marriott Associa Hotel kini menyediakan sistem reservasi online agar tamu asing bisa memesan pengasuh anak sebelum tiba di Jepang.
Baca juga: Resep Chicken Tsukune Khas Jepang, Lembut dan Gurihnya Bikin Nagih!
Berdasarkan data pemerintah Jepang, sepanjang 2024 sekitar 36,8 juta wisatawan asing berkunjung ke Jepang. Dari jumlah tersebut, sekitar 690 ribu di antaranya adalah anak-anak berusia empat tahun ke bawah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Strait Times