Ilustrasi makanan manis. ( Freepik)
INDOZONE.ID - Suka makanan manis memang jadi kebiasaan banyak orang, apalagi saat sedang lelah atau butuh hiburan cepat.
Rasa manis sering dianggap solusi instan untuk memperbaiki suasana hati yang sedang turun.
Sayangnya, di balik sensasi nikmat tersebut, gula menyimpan efek lanjutan yang jarang disadari.
Nah bagi kamu yang penasaran, berikut efek apa saja antara gula dan suasana hati yang penting untuk dipahami lebih dalam:
Setiap kali kita mengonsumsi makanan manis, tubuh langsung melepaskan dopami atau hormon yang memicu rasa senang dan nyaman.
Sensasi inilah yang membuat gula terasa seperti “pelarian” saat suasana hati sedang turun.
Baca juga: 5 Olahan Pisang yang Bikin Nagih: Rekomendasi Makanan Manis dan Gurih untuk Kamu!
Namun, rasa bahagia tersebut hanya bertahan sebentar. Saat makanan manis dikonsumsi terus-menerus dalam jumlah besar, tubuh mulai mengalami perubahan kimia yang meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi gula lagi.
Ketika asupan ini terhenti, muncul rasa cemas, mudah tersinggung, hingga perasaan hampa.
Tanpa disadari, kita terjebak dalam siklus gula yang tampak menenangkan, tetapi sebenarnya melelahkan secara emosional.
Siklus inilah yang kemudian menarik perhatian para peneliti. Studi dari University College London (UCL) menemukan bahwa konsumsi makanan gula tinggi dalam jangka panjang berkaitan dengan peningkatan risiko depresi, khususnya pada pria.
Baca juga: Mengenal Cromboloni, Makanan Manis yang Jadi Tren dan Viral di Media Sosial
Banyak orang mengira keinginan makan manis muncul karena sedang sedih atau depresi, padahal penelitian menunjukkan pola sebaliknya.
Ternyata konsumsi gula berlebih sering terjadi sebelum gejala depresi muncul.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/adabtiv