Ilustrasi bandara (Pexels/Skitterphoto
INDOZONE.ID - Bali Utara akan memiliki bandara internasional baru yang semakin memudahkan wisatawan. Lokasi Bandara Internasional Bali Utara itu nantinya berlokasi di Buleleng.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar mendukung pembangunan North Bali International Airport atau Bandara Internasional Bali Utara yang berlokasi di Buleleng, Bali. Menurutnya, jika proses pembangunannya dipercepat, ekonomi dan wisata Bali semakin bertumbuh.
"Kalau bandara ini cepat maka pemberdayaan akan cepat. Itu membuat kita semangat. UMKM tumbuh, ekonomi kreatif semakin maju," kata Menko PM Muhaimin Iskandar dikutip ANTARA.
Baca juga: Pemerintah Resmi Luncurkan Do and Don’ts Pariwisata Bali untuk Turis Asing
Cak Imin juga mengutarakan tujuan jik pembangunan bandara yang berada di wilayah utara Bali ini bisa terlaksana. Menurutnya, salah satunya bisa mendorong percepatan pemberdayaan budaya.
Kata Cak Imin, lokasinya juga telah memenuhi tiga syarat untuk menjadi wilayah maju. Belum lagi keberadaan pariwisata atau destinasi wisata di Buleleng sangat banyak.
"Bali mendukung kepastian hukum. Nah, di mana-mana yang maju itu karena ada kepastian hukum. Kepastian hukum itu muncul, maka muncul trust. Begitu muncul trust, muncul pembangunan," kata Menko Muhaimin Iskandar.
Menurutnya, pemenuhan ketiga syarat itu tak terlepas dari keluhuran kebudayaan yang dimiliki Bali yang tercermin dalam tradisi dan perilaku masyarakatnya.
Syarat pertama yang telah dipenuhi adalah adanya kepastian hukum. "Yang kedua adalah tradisi dan budayanya yang menopang dan mendukung," kata Menko Muhaimin Iskandar.
Kemudian akses transportasi layak yang dimiliki Bali menjadi syarat ketiga yang telah dipenuhi untuk menjadi wilayah maju.
Baca juga: Wisata Ramah Anak Bali Safari & Marine Park Seru Banget Buat Liburan Sekolah
Namun Muhaimin menekankan Pulau Dewata perlu memiliki dua bandara untuk semakin mempercepat perkembangan Bali menjadi wilayah maju.
"Kalau akses ini hanya satu bandara tidak akan bisa cepat. Harus dua bandara minimal akses. Akses itu terpenuhi," ujarnya.
Pernyataan tersebut senada dengan Presiden RI Prabowo Subianto yang pernah menyatakan dukungan untuk membangun Bandara Internasional Bali Utara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA