Populer Sejak Abad ke-17, Gulali “Rambut Nenek” Khas Turki Jadi Makanan Penutup Terpanjang di Dunia
INDOZONE.ID - Pernah mencicipi gulali rambut nenek? Jajanan jadul ini sempat populer di sekolah-sekolah, tahun 1980 sampai awal 1990-an. Tapi sekarang, gulali ini sudah mulai langka di Indonesia.
Beda cerita di Turki. Gulali rambut nenek masih eksis sejak abad ke-17 sampai sekarang. Orang Turki menyebutnya pismaniye. Teksturnya sangat lembut, halus dan melted begitu masuk mulut.
Sejarah Pismaniye
Pismaniye merupakan simbol kota Izmit, provinsi Kocaeli. Meski identik dengan Turki, pismaniye ternyata berasal dari Iran. Yang mempopulerkan pismaniye adalah orang-orang Armenia yang datang dari Iran dan Armenia. Mereka menetap di kota Izmit dan sekitarnya, antara tahun 1601-1611.
Salah satunya Haji Agop Dolmaciyan. Dialah yang pertama kali memproduksi pismaniye untuk pasar. Pasca Perang Dunia I, Dolmaciyan menutup toko permennya dan bermigrasi ke negara lain.
Ethem Efendi, yang mengajar bahasa Turki dan Prancis untuk anak-anak Dolmacıyan kemudian membuka toko permen di distrik Kapanonu, Kocaeli. Ia mempelajari seluk beluk pembuatan pismaniye dari Dolmaciyan. Di tokonya, Ethem Efendi lalu mengajari banyak orang cara membuat pismaniye.
Sejak itu, pismaniye yang semula dibuat di rumah-rumah, mulai banyak diproduksi massal. Bahkan dibuat di dapur istana Kekaisaran Ottoman.
Mirip Benang Wol
Nama pismaniye berasal dari kata ‘pesmin’, yang berarti ‘wol’ dalam bahasa Turki Utsmani (Ottoman). Di beberapa daerah, pismaniye juga disebut helva. Gulali yang terbuat dari gula putih, tepung, minyak sayur dan mentega ini selalu ada saat festival dan pesta rakyat di Turki. Kita bahkan bisa melihat langsung proses pembuatannya.
Di beberapa daerah, setiap bulan Ramadan, setelah shalat tarawih, ada tradisi “tarik pismaniye atau helva”. Para pemuda berdiri melingkar, sambil memegangi adonan pismaniye dan memutarnya sampai berserabut dan lembut.
Rasa Klasik Sampai Unik
Di bazaar-bazaar dan festival, pismaniye biasanya dikemas dalam plastik mika. Tapi di minimarket, supermarket dan toko khusus oleh-oleh, packaging pismaniye jauh lebih menarik.
Selain rasa klasik, seperti cokelat dan vanilla, ada juga pismaniye dengan rasa unik seperti buah delima, dan pismaniye dengan taburan kacang pistachio. Pilihan bentuknya juga beragam. Ada yang panjang, bulat seperti benang wol, ada juga yang dilapisi cokelat.
Dessert Terpanjang di Dunia
Pada tahun 2009, Festival Pismaniye Internasional mulai diselenggarakan di kota Izmit. Dalam festival ini, dibuat pismaniye sepanjang 1.040 meter yang tercatat dalam Guinness Book of Records sebagai “makanan penutup terpanjang di dunia”.
Festival Pismaniye Internasional terus diadakan secara rutin sejak tahun 2009 sampai sekarang. Perayaan tahunan ini juga dimeriahkan berbagai pertunjukan seni dan budaya.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Z Creators