Kompya merupakan makanan berupa roti khas China. Dulunya kompya jadi bahan logistik untuk perang di tanah China. Seiring waktu, kompya atau kompyang masuk ke Indonesia khususnya pulau Jawa. Makanan ini sempat jadi pengganti nasi karena awet sampai 10 hari.
Taburan wijennya mengingatkan kita pada Onde-onde, sekilas memang mirip. Namun kompya berbentuk bulat mirip burger. Tekstur luarnya sedikit keras dan kering, namun didalamnya begitu empuk.
Kompya terbuat dari adonan tepung terigu yang memakan waktu produksi setengah hari. Biasanya kompya diproduksi mulai jam 24.00 hingga pagi biar masih hangat saat diedarkan ke pedagang pasar tradisional dan pedagang keliling.
Di pasaran, kompya bisa kamu beli dalam dua ukuran yakni ukuran besar seharga Rp4 ribu dan yang kecil harganya Rp2.500. Cukup murah, makanya kompya jadi favorit segala kalangan. Makanan ini biasanya bersanding dengan jajanan pasar seperti getuk dan dadar gulung.
Bukan cuma kaum Tionghoa, kompya juga digemari warga lokal karena rasanya yang gurih. Makanan ini juga dikenal dengan sebutan burger Jawa karena cara memakannya yang mirip roti burger. Kompya dibelah dua lalu diisi dengan aneka isian mulai selai hingga telur atau daging sesuai selera.
Saat ini kompya termasuk makanan langka. Bahkan di Solo, Jawa Tengah, hanya rumah produksi milik Haryono yang masih bertahan memproduksi makanan ini. Rumah produksi satu-satunya di Kota Solo ini berlokasi di Kampung Gandekan, Jebres.
Haryono mewarisi rumah produksi kompya dari almarhum ayahnya Hadi Subroto yang merupakan penduduk asli Solo, bukan keturunan China.
Gimana, tertarik mencoba?
Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join IDZ Creators dengan klik di sini
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: