INDOZONE.ID - Menu sarapan orang Indonesia beraneka ragam, mulai dari yang berat hingga ringan nan manis. Akan tetapi, apakah berbagai menu sarapan di Indonesia itu sehat?
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Sadikin, memberi penilaian terhadap berbagai menu sarapan orang Indonesia yang kerap dikonsumsi.
Ia menilai lima menu sarapan orang Indonesia, yaitu Mie Instan, Bubur Ayam Komplet, Rebus-rebusan, Nasi Uduk, dan Sereal.
Setiap masakan ini enak di lidah, tapi apakah semuanya oke untuk kesehatan tubuh kamu? Yuk, simak penilaian Menkes terhadap lima sarapan orang Indonesia ini, berdasarkan nilai gizinya!
Baca juga: Resep Nasi Uduk Betawi yang Gurih dan Harum untuk Sarapan
Menkes Nilai 5 Menu Sarapan Orang Indonesia
1. Mie Instan Goreng
Menu sarapan orang Indonesia yang pertama dibahas, adalah Mie Instan Goreng. Menu ini umum dikonsumsi oleh anak-anak sebelum sekolah, karena simpel dan mudah dibuat di pagi hari.
Soal rasa, Mie Instan Goreng tidak perlu diragukan lagi. Tapi, Menkes Budi menilai Mie Instan Goreng kurang cocok untuk sarapan karena karbohidrat semua dan banyak garam.
Kamu harus tahu, sebungkus Mie Instan telah mengambil 20 persen batas garam harian tubuh. Tak ayal, Ia pun memberi nilai 2/10 untuk Mie Instan Goreng.
“Ingat, satu bungkus sudah mengambil 60 persen batas garam harianmu dan karbohidrat olahannya malah bikin lapar lagi 2 jam kemudian,” ungkap Menkes Budi, dilansir dari Instagram @bgsadikin, Kamis (9/7/2026).
2. Bubur Ayam Komplet
Lalu, ada Bubur Ayam Komplet yang juga umum dikonsumsi di pagi hari oleh orang Indonesia. Siapa yang belum pernah memakan menu ini di pagi hari? Rasanya, hampir semua orang Indonesia pernah sarapan Bubur Ayam Komplet.
Lantas, bagaimana nilai gizi dari Bubur Ayam Komplet? Dari kacamata Menkes Budi, Bubur Ayam Komplet diberi nilai 4/10 karena didominasi karbohidrat sehingga nilai gizinya kurang seimbang.
Sebagaimana diketahui, Bubur Ayam Komplet umumnya berisikan sedikit ayam dengan mayoritas bubur, kerupuk, dan cakwe.
“Jebakan karbohidrat dari nasi encer, cakwe, hingga kerupuk, sementara ayamnya cuman sejumput,” jelasnya.
3. Rebus-rebusan
Posisi ketiga ditempati oleh Rebus-rebusan yang terdiri dari banyak komponen. Setiap komponen dalam menu ini diproses dengan direbus sehingga rendah kalori yang bagus untuk tubuh.
Selain itu, Rebus-rebusan juga memiliki perpaduan karbohidrat kompleks dengan protein berupa telur, sehingga tidak membuat gula darah naik di pagi hari. Menkes Budi memberi Rebus-rebusan nilai 9/10.
“Menu ini sangat bagus karena semua direbus sehingga rendah kalori, sudah ada telornya, dang mengandung protein nabati,” beber Menkes Budi.
4. Nasi Uduk
Nah, Nasi Uduk menempati posisi keempat dalam daftar ini dengan dua versi nilai dari Menkes Budi. Kenapa begitu?
Dari kacamatanya, Nasi uduk bisa jadi sarapan yang baik untuk tubuh, jika lauknya beragam dan saling melengkapi. Ambil contoh, kamu memakan Nasi Uduk dengan lauk telur dadar, ayam, dan tahu atau tempe. Menkes memberi Nasi Uduk nilai 7/10.
Baca juga: 7 Ide Menu Sarapan Simpel dan Enak Biar Gak Mager Jalani Hari
“Nilai ini berlaku kalau kalian pakai lauk tinggi protein, seperti tahu, tempe semur, atau telur dadar,” tuturnya.
Namun, jika kamu memakan Nasi Uduk cuma dengan lauk bihun dan kerupuk, penilaian Menkes Budi turun drastis jadi 1/10. Penyebab penurunan nilai ini adalah kamu cuma memakan karbohidrat.
5. Sereal
Terakhir, orang Indonesia umum mengkonsumsi Sereal sebagai sarapan. Bagi anak-anak, Sereal bahkan jadi favorit untuk sarapan di pagi hari.
Meski begitu, makanan ini kurang oke untuk sarapan karena didominasi oleh gula dan nutrisinya kurang. Tak ayal, Menkes Budi memberi penilaian 1/10 untuk Sereal.
“Sereal mendapat nilai terburuk karena isinya gula semua dan ga ada nutrisinya,” tegas Menkes Budi.
Nah, itulah penilaian Menkes Budi terhadap lima sarapan orang Indonesia. Kalau kamu, sarapan pakai apa pagi ini?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram @bgsadikin