Senin, 02 MARET 2026 • 19:30 WIB

Jangan Asal Makan! Ini Daftar Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Buka Puasa

Author

Ilustrasi buka puasa. (Freepik)

INDOZONE.ID - Berbuka puasa memang momen yang paling dinanti setelah seharian menahan lapar dan haus. Namun sayangnya, banyak orang justru “kebablasan” saat adzan Magrib berkumandang. Semua makanan terasa ingin disantap tanpa pikir panjang. Padahal, salah memilih menu iftar bisa membuat perut kaget dan tubuh menjadi tidak nyaman sepanjang malam.

Supaya buka puasa tetap nikmat tanpa drama gangguan pencernaan, ada beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya tidak langsung dikonsumsi atau setidaknya dibatasi porsinya:

1. Gorengan dan Makanan Tinggi Lemak

Bakwan, risol, hingga ayam goreng memang menggoda saat berbuka. Namun, makanan berlemak bisa memperlambat kerja lambung dan memicu naiknya asam lambung. Dampaknya, perut terasa penuh, mual, dada panas, bahkan membuat ngantuk berat. Jika berlebihan, risikonya juga dapat berdampak pada berat badan dan kesehatan jantung.

2. Makanan Terlalu Manis

Rasa manis memang identik dengan buka puasa. Namun, konsumsi gula berlebih terutama dari gula buatan, bisa membuat gula darah melonjak drastis. Efeknya, tubuh menjadi cepat lapar lagi dan sulit mengontrol porsi makan. Kue, donat, dan minuman manis sebaiknya dibatasi. Buah segar bisa menjadi alternatif manis yang lebih aman dan menyegarkan.

Baca juga: Takjil Sehat untuk Si Kecil: Pilihan Menu Buka Puasa yang Aman dan Bergizi

3. Menu Pedas dan Asam Berlebihan

Sambal pedas dan makanan asam memang bisa meningkatkan nafsu makan, tetapi perut kosong belum tentu siap menerimanya. Makanan jenis ini dapat mengiritasi lambung dan memicu perut perih, mual, hingga diare. Jika tetap ingin mengonsumsinya, pastikan perut sudah terisi terlebih dahulu dan jangan berlebihan.

4. Makanan Kalengan

Praktis memang, tetapi makanan kalengan umumnya tinggi garam dan pengawet serta rendah nutrisi. Jika terlalu sering dijadikan menu berbuka, dampaknya bisa kurang baik bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

5. Makanan Terlalu Asin

Mi instan, ikan asin, atau daging olahan sebaiknya tidak menjadi menu utama saat iftar. Kandungan garam yang tinggi dapat memicu tekanan darah naik dan membuat tubuh cepat haus, bahkan berisiko dehidrasi.

Baca juga: Bosan Bukber di Mal? Cek 5 Spot Buka Puasa dengan Pemandangan Alam Syahdu di Bogor!

6. Jenis Serat yang Mudah Menghasilkan Gas

Serat memang penting, tetapi tidak semua cocok dikonsumsi saat berbuka puasa. Kol, kacang-kacangan, tauge, dan gandum utuh bisa menghasilkan gas berlebih di saluran pencernaan, sehingga membuat perut kembung dan tidak nyaman setelah makan.

7. Minuman Berkafein dan Bersoda

Kopi, teh, minuman energi, hingga soda sebaiknya dihindari saat berbuka. Kandungan kafein dapat meningkatkan asam lambung, memicu nyeri ulu hati, dan mengganggu kualitas tidur. Jika dikonsumsi rutin, minuman ini juga dapat berdampak pada penumpukan lemak.

Berbuka puasa bukan soal balas dendam setelah seharian lapar, melainkan tentang mengisi energi dengan cara yang lebih bijak. Mengurangi gorengan, makanan terlalu manis, asin, pedas, serta minuman berkafein dapat membantu tubuh beradaptasi lebih baik setelah puasa. Dengan menu yang tepat, puasa menjadi lebih nyaman, tubuh terasa ringan, dan ibadah pun dapat dijalani tanpa gangguan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Siloamhospitals.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU