Senin, 23 FEBRUARI 2026 • 16:00 WIB

Rekomendasi Tempat Bukber di Jaksel ala Minang Favorit Menpar Widiyanti

Author

Rekomendasi tempat bukber Menpar Widiyanti mencicipi makanan Minang di Jaksel. (Dewi Kania/Z Creators)

INDOZONE.ID - Siapa yang tak tergoda untuk makan masakan Minang saat berbuka puasa. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa ketagihan mencicipi aneka hidangan minang di sebuah restoran yang berada di kawasan Jaksel.

Mereka mengaku ketagihan mencicipi semua hidangan khas Minang saat bukber di Restoran Nan Lamak yang berada di kawasan Terogong, Jakarta Selatan. 

Terlebih restoran ini hadir mengangkat kuliner asli Minang dengan cita rasa dan penyajian autentik di ibu kota. 

“Kami mencoba waktu buka puasa makanan khas Minang dan dimasaknya pakai tungku dan yang masaknya orang asli Sumatera Barat. Kita sampai kekenyangan yang saya suka rendang dan ayam goreng,” kata Menpar Widiyanti kepada wartawan.

Senada, Wamenpar Ni Luh juga menyukai aneka menu khas Minang yang disebut autentik ini. Ternyata selera makanan favorit  petinggi Kementerian Pariwisata RI ini sama persis lho. 

“Makanannya enak semua saya suka rendang, ayam goreng dan dendeng batokok, luar biasa dan top banget,” imbuh Wamenpar Ni Luh di sela sesi bukber.

Baca juga: 6 Ide Takjil Diet: Tetap Manis Tanpa Takut Gemuk

Konsep Autentik yang Melekat

Sementara itu, Menpar Widiyanti menyebut bahwa keberadaan rumah makan Padang tak asing bagi warga Jakarta. Siapapun bisa menemukan di setiap sudut kota.

“Namun, restoran Padang yang konsep dan sajianya benar-benar autentik, yang menjaga cita rasa, proses, hingga filosofi penyajiannya masih belum banyak kita temui. Karena itu, kami menyambut baik kehadiran Nan Lamak, sesuai dengan namanya yang berarti yang lezat,” ujar Menpar Widiyanti. 

Ia juga meyakini bahwa restoran ini akan menghadirkan kekayaan cita rasa asli Sumatera Barat, yang tak hanya mengugah selera, tetapi juga menghadirkan pengalaman budaya. 

“Hal ini sejalan dengan pengembangan konsep Farm to Table dan storytelling yang paling wonderful Indonesia Gastronomy yang kami dorong sebagai bagian dari program unggulan Kementerian Pariwisata, yaitu Quality Tourism atau Pariwisata Berkualitas,” imbuhnya.

Perkenalkan Gastronomi Minang

Menpar Widiyanti mencicipi makanan Minang di Jaksel. (Dewi Kania/Z Creators)

Dalam kesempatan sama, Owner Nan Lamak Athari Gauthi Ardi juga menjelaskan bahwa semua makanan yang dihidangkan di sini dibuat dengan resep asli Minang. Menariknya lagi, bahan bakunya juga dibawa dari Ranah Minang agar cita rasanya terjaga.

“Kita menekankan resep keaslian Minang, mulai dari bumbu, bahan baku, resep yang nakar orang Minang dan kita fresh made by order. Misalnya untuk rendang, gulai kalio itu diorder dulu baru didatangkan ke meja,” ungkap Athari. 

Baca juga: Anti Mahal! 5 Kuliner Khas Dubai yang Wajib Dicoba Wisatawan

FYI, makanan asli Minang dan makanan Padang yang biasa kita temui di restoran yang sudah eksis lebih dulu sebenarnya punya cita rasa berbeda lho. 

“Kalau biasanya restoran makanan Padang manis, sambalnya, dan masakan Minang asli khasnya lebih gurih, bukan manis. Seperti rendang, ayam resep keluarga, gulai cincang, gulai kepala ikan, dendeng paru di sini cenderung beda,” kata Athari. 

Athari juga menyampaikan, restoran ini akan menjadi bagian dari upaya untuk memperkenalkan dan melestarikan gastronomi Minang, dengan pendekatan yang lebih modern. Karena keberadaannya di ibu kota, diharapkan bisa menggaet banyak orang dari berbagai kalangan untuk mengenal gastronomi Minang lebih jauh.

“Kami ingin semua yang datang merasakan kehangatan budaya dan kekayaan rasa dalam setiap sajian,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU