INDOZONE.ID - Popularitas kue tradisional Aceh seperti Kue Bhoi semakin meningkat di kalangan wisatawan lokal maupun wisatawan luar Aceh.
Kue yang dikenal dengan teksturnya yang garing di luar namun lembut di dalam ini tetap menjadi oleh-oleh paling dicari saat berkunjung ke Serambi Mekkah.
Kue Bhoi memiliki ciri khas pada bentuknya yang bervariasi, mulai dari bentuk ikan, bunga, hingga binatang kecil lainnya.
Baca juga: Wisata Kuliner ke Aceh Tenggara? 3 Hidangan Ikonik Ini Wajib Masuk Bucket List Kamu!
Keunikan utama kue ini terletak pada proses pembuatannya yang masih mempertahankan resep turun-temurun tanpa bahan pengawet, sehingga menghasilkan aroma telur yang kuat dan rasa manis yang pas.
Meski tanpa pengawet, Kue Bhoi dapat bertahan hingga satu bulan jika disimpan dengan benar, menjadikannya pilihan praktis bagi pelancong jarak jauh.
Dalam adat Aceh, Kue Bhoi bukan sekadar camilan. Kue ini merupakan bagian penting dari tradisi seserahan pernikahan (ranup lampuan) dan hantaran dalam acara khitanan.
Pusat kuliner Kue Bhoi yang paling ramai dikunjungi berada di kawasan Pasar Seulimeum dan Lampuuk, Jalan Lintas Barat Selatan.
Baca juga: Ini Dia Rekomendasi Kuliner yang Wajib Kamu Cobain Saat Berkunjung Ke Wilayah Aceh
Wisatawan juga banyak yang berminat dengan Kue Bhoi karena harganya yang terjangkau, mulai dari Rp10.000 per bungkus dengan isi lima butir kue Bhoi.
Kue Bhoi menjadi bukti nyata bahwa kuliner tradisional mampu bertahan melintasi zaman, tetap relevan, dan terus diminati di tengah gempuran kuliner modern di Aceh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan