Selasa, 21 OKTOBER 2025 • 20:00 WIB

5 Makanan Tertua di Indonesia yang Masih Eksis Sampai Sekarang

Author

Tumpeng Merah Putih (Instagram/qiutin.kitchen)

INDOZONE.ID - Indonesia dikenal dengan kekayaan kuliner yang luar biasa. Tapi di balik jajanan viral dan hidangan kekinian, ternyata ada makanan-makanan kuno yang sudah ada sejak ratusan bahkan ribuan tahun lalu. 

Menariknya, sebagian masih bisa kamu temukan hingga sekarang. Kira-kira apa saja jenisnya?

Berikut lima makanan tertua di Indonesia yang penuh sejarah dan cita rasa tradisi:

1. Rujak

Rujak bukan sekadar salad buah berlumur bumbu kacang. Makanan ini diyakini sudah ada sejak masa Kerajaan Majapahit. Dalam naskah kuno Negarakertagama, disebutkan bahwa masyarakat zaman dulu sudah mengenal rujak sebagai hidangan pesta rakyat.

Setiap daerah pun punya versi unik ada rujak cingur khas Surabaya, rujak gobet di Jawa Tengah, hingga rujak buah manis pedas di Bali. Rasanya yang segar, pedas, dan legit jadi simbol harmoni rasa Nusantara.

Baca juga: 17 Ide Nama Usaha Kue Sus Vanila yang Unik, Manis, dan Bikin Bisnis Viral!

2. Nasi Tumpeng

Sebelum dikenal sebagai makanan perayaan, tumpeng dulunya adalah simbol spiritual. Bentuknya yang kerucut melambangkan gunung, tempat bersemayamnya para dewa menurut kepercayaan masyarakat Jawa kuno.

Biasanya nasi tumpeng disajikan untuk upacara syukuran, kelahiran, atau panen raya. Meski kini lebih sering muncul di acara ulang tahun atau peresmian, maknanya tetap sama yaitu tanda rasa syukur dan doa untuk kebaikan.

3. Tape

Tape singkong atau tape ketan ternyata termasuk makanan tertua di Indonesia. Proses fermentasi yang digunakan sudah dikenal masyarakat Nusantara jauh sebelum era penjajahan.


Selain rasanya yang manis asam menyegarkan, tape sering digunakan dalam ritual adat atau acara hajatan. Di beberapa daerah seperti Bondowoso dan Garut, tape bahkan jadi identitas kuliner khas daerah.

Baca juga: Wow! Jakarta Masuk Daftar 20 Kota Paling Bahagia di Dunia 2025

4. Sate

Sate yang kita kenal sekarang lahir dari percampuran budaya. Saat para pedagang Arab dan Gujarat datang ke Nusantara, mereka memperkenalkan teknik memanggang daging di atas bara api.


Orang Jawa kemudian mengadaptasinya dengan bahan lokal seperti ayam, kambing, bahkan tempe. Hasilnya? Sate menjadi makanan rakyat yang mendunia, dari sate madura sampai sate lilit khas Bali, semuanya punya akar sejarah yang panjang.

5. Bubur

Sebelum menjadi menu sarapan favorit, bubur dulunya dipakai dalam upacara keagamaan. Bubur merah dan putih misalnya, sering digunakan sebagai simbol keseimbangan hidup, merah melambangkan keberanian, putih melambangkan kesucian. Tradisi ini masih bertahan di berbagai daerah hingga kini, terutama saat perayaan selamatan atau upacara adat Jawa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Rekomendasi Penulis

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU