INDOZONE.ID - Desa Suradadi, yang terletak di pesisir utara Kabupaten Tegal, dikenal sebagai pusat keramaian dan pemerintahan kecamatan.
Berbeda dengan mayoritas desa di Jawa yang mengandalkan pertanian, Desa Suradadi menempatkan nelayan sebagai mata pencarian utama bagi sekitar 40% penduduknya.
Potensi maritim ini melahirkan sebuah produk UMKM legendaris yang telah mendunia di kalangan pecinta kuliner: Terasi Udang Asli "Bapak Budi Casono (Bapak Kempung)".
Baca juga: Resep Sate Sapi Anti Ribet, Anti Gagal
Diproduksi oleh KUB CIPTA KARYA SURADADI, terasi ini bukan sekadar bumbu dapur, melainkan warisan rasa yang kaya akan sejarah dan kualitas.
Terasi "Bapak Kempung" tergolong istimewa karena dibuat dari rebon (udang kecil) segar pilihan yang langsung diperoleh dari perairan laut Tegal. Khansa
Proses pengolahannya dilakukan oleh para ahli berpengalaman, menjamin rasa dan aroma yang khas dan menggugah selera.
Salah satu produk yang ditawarkan dengan berat 250 gram, produk ini mampu bertahan hingga satu tahun tanpa menggunakan bahan pengawet kimia, melainkan memanfaatkan garam dan sedikit gula secara alami.
Baca juga: Staycation di Hotel Ini Sekalian Manjain Lidah Icip Kuliner Olahan Kelapa
Ciri khas utamanya terletak pada aroma yang kuat dan cita rasa gurih manis hasil fermentasi udang segar, menjadikannya berbeda dari terasi pada umumnya.
Seiring waktu, produksi dan pemasaran terasi Suradadi telah mengalami transformasi signifikan.
Jika dahulu penjualannya terbatas secara lokal dengan volume maksimal 30 kilogram, kini terasi Suradadi mampu menjangkau pasar luar kota dengan volume penjualan mencapai setengah ton.
Perubahan ini menunjukkan adaptasi luar biasa dari usaha keluarga yang telah bertahan puluhan tahun, senantiasa menjaga kualitas dan cita rasa yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Baca juga: Menikmati Santapan Menu Autentik Chili's Pertama di Indonesia: No Pork, No Lard, dan No Alcohol
Meski demikian, perkembangan ini juga membawa tantangan baru.
Produksi terasi kini tidak lagi dimonopoli oleh Suradadi, dengan munculnya pesaing dari daerah lain.
Persaingan ini memengaruhi harga jual, loyalitas konsumen, dan mempersempit perluasan pasar.
Para pengolah terasi di Suradadi didorong untuk terus berinovasi. Berbagai perencanaan strategis sedang digagas, meliputi modernisasi alat produksi, perbaikan kemasan, penambahan logo baru, perluasan promosi pemasaran, hingga peningkatan kualitas mutu olahan secara keseluruhan.
Semua upaya ini dilakukan agar warisan terasi legendaris dari Desa Suradadi dapat terus berjaya di tengah dinamika pasar yang terus berubah dan tetap menjadi idola bagi masyarakat luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Heyzine.com