INDOZONE.ID - Kalau dengar kata “sate”, yang terbayang biasanya potongan daging ayam, kambing, atau sapi yang ditusuk, dibakar, lalu disiram bumbu kacang atau kecap.
Tapi di Bali, ada satu jenis sate yang bikin orang mikir dua kali sebelum mencicipinya: sate susu.
Meski terdengar seperti makanan pencuci mulut, nyatanya sate ini justru punya rasa dan tekstur yang sangat berbeda dari bayangan manis atau creamy.
Bahkan, sebagian orang yang baru pertama kali mencobanya sempat terkecoh karena nama dan bentuknya benar-benar unik.
Baca juga: Resep Miso Soup ala Jepang, Simpel dan Sedap di Rumah!
Bukan dari Susu Cair, Tapi...
Sate susu bukan berasal dari susu cair atau bubuk, melainkan dari bagian sapi yang disebut ambing—kelenjar susu dengan tekstur kenyal dan unik.
Bagian ini kemudian diolah menggunakan bumbu khas yang kaya rempah, menciptakan cita rasa yang berbeda dan menggugah selera.
Yang digunakan adalah payudara sapi betina yang telah selesai masa laktasinya. Teksturnya kenyal, sedikit berserat, dan ketika dibakar akan menghasilkan aroma khas yang berbeda dari daging biasa.
Potongan ambing atau payudara sapi ini kemudian ditusuk dengan bambu kecil dan dibakar di atas bara api, menghasilkan aroma smokey yang menggoda dan tekstur kenyal yang khas.
Biasanya disajikan bersama sambal pedas khas Bali, sehingga rasanya gurih, pedas, dan sedikit “berani”.
Baca juga: Jangan Salah, Croissant Bukan Makanan Asli Prancis! Begini Asal-usulnya
Jajanan Langka di Pasar-Pasar Tradisional
Makanan unik ini dulunya populer di kalangan masyarakat Bali, terutama saat hari raya Galungan dan Kuningan.
Tapi sekarang, sate susu makin langka dan hanya bisa ditemukan di beberapa pasar tradisional seperti Pasar Kreneng di Denpasar.
Pedagang biasanya menjual sate ini di pagi hingga siang hari, dan langsung ludes karena banyak diburu pecinta kuliner ekstrem.
Harga satu tusuk sate susu biasanya tidak jauh berbeda dengan sate daging biasa. Namun, karena bahan bakunya yang tidak umum dan cukup sulit didapat, jumlahnya terbatas setiap hari.
Baca juga: Resep Udang Goreng Bawang yang Lezat dan Gurih, Siap dalam 15 Menit
Tidak Semua Orang Berani Coba
Dari segi bentuk, sate susu memang tidak terlalu berbeda dari sate-sate lain.
Tapi begitu digigit, teksturnya langsung terasa berbeda. Ada sensasi kenyal, sedikit alot, dan juicy saat dikunyah.
Apalagi setelah terkena sambal pedasnya, kombinasi rasa yang muncul bisa bikin orang langsung mengernyit, atau justru ketagihan.
Meski menjadi bagian dari tradisi kuliner Bali, sate ini masih belum begitu dikenal luas oleh wisatawan luar.
Bahkan, banyak yang mengira “sate susu” hanyalah gimmick nama untuk sate berbahan susu atau makanan ringan anak-anak. Padahal, realitanya cukup mengejutkan bagi lidah yang belum terbiasa.
Baca juga: Daya Tarik Gudeg Pawon Jogja, Kelezatan Rasa Nggak Ada Lawan yang Bikin Rela Antre Tengah Malam
Di Balik Namanya yang “Nakal”
Penamaan “sate susu” memang sering bikin salah paham. Tapi di balik nama yang unik ini, terdapat jejak kuliner khas yang kaya budaya.
Bali memang punya banyak jajanan pasar dan hidangan tradisional yang tidak biasa, dan sate susu adalah salah satu yang paling mencolok.
Bagi masyarakat lokal, mengonsumsi bagian tubuh hewan seperti ini bukanlah hal tabu, melainkan bentuk dari penghormatan terhadap sumber pangan yang dimanfaatkan secara menyeluruh.
Tradisi ini juga mencerminkan cara hidup yang minim limbah dan menghargai hewan secara utuh.
Baca juga: Pedasnya Bikin Nagih! Mie Gomak Medan dengan Sambal Andaliman Ini Viral Lagi, Kamu Sudah Coba?
Wisata Kuliner yang Bukan untuk Semua Orang
Buat kamu yang penasaran mencicipi kuliner otentik Bali yang belum banyak dikenal luas, sate susu bisa jadi pilihan sekaligus tantangan menarik—unik, penuh rasa, dan dijamin beda dari yang biasa.
Tapi pastikan kamu membeli dari pedagang yang sudah terbiasa mengolahnya, karena proses pemasakan sangat berpengaruh pada rasa dan tekstur akhir sate ini.
Beberapa pengunjung pasar yang penasaran biasanya membeli hanya satu atau dua tusuk untuk coba-coba.
Tapi tak jarang juga yang akhirnya memborong lebih banyak karena rasanya benar-benar beda dan bikin penasaran.
Jika kamu sedang berada di Bali dan ingin mencoba sesuatu yang benar-benar baru, mampirlah ke Pasar Kreneng di Denpasar di pagi hari. Siapkan lidah dan mentalmu sebelum menggigit sate susu pertama!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bali Destination Advisor