Selasa, 15 JULI 2025 • 13:35 WIB

Kuliner Sate Kuda di Jogja: Sajian Eksotis yang Bikin Penasaran

Author

Ilustrasi sate daging kuda

INDOZONE.ID - Yogyakarta memang nggak pernah kehabisan kejutan kuliner. Selain gudeg, bakpia, dan oseng mercon, kota pelajar ini juga punya satu sajian ekstrem yang jarang diketahui banyak orang: sate kuda

Bukan cuma unik dari bahan dasarnya, kuliner ini juga lekat dengan berbagai mitos seputar stamina dan vitalitas.

Tapi, apakah semua itu fakta atau cuma bumbu cerita warung pinggir jalan? Dan kenapa justru di Jogja, makanan seaneh ini bisa punya tempat tersendiri di hati para pecintanya?

Baca juga: Resep Creamy Mushroom Soup yang Gurih, Lembut, dan Bikin Nagih!

Dari Alternatif Hingga Eksentrik: Kenapa Daging Kuda?

Daging kuda memang bukan pilihan umum dalam kuliner Indonesia. Tapi di beberapa daerah, termasuk Jogja, justru muncul sebagai alternatif eksentrik yang menggoda rasa penasaran. 

Sate kuda diolah dengan cara yang mirip seperti sate lainnya—dagingnya dipotong dadu, ditusuk, dibakar, lalu disajikan dengan sambal kecap, irisan bawang, dan pilihan nasi atau lontong.

Dari segi cita rasa, daging kuda memiliki tekstur yang lebih padat dan rasa yang cenderung sedikit manis dibandingkan daging kambing atau sapi, memberikan sensasi yang berbeda dan khas di lidah. 

Karakteristik inilah yang menjadikannya pilihan menarik bagi pecinta kuliner yang ingin menjajal sesuatu yang berbeda dan tak biasa. 

Teksturnya sedikit kenyal, tapi tidak liat, dan memiliki aroma yang khas. Sekilas, bentuk dan penyajiannya mirip sate sapi. Tapi begitu digigit, perbedaannya terasa cukup jelas.

Baca juga: Pedasnya Bikin Nagih! Mie Gomak Medan dengan Sambal Andaliman Ini Viral Lagi, Kamu Sudah Coba?

Daging Kuda dan Mitos Kekuatan Lelaki

Salah satu alasan mengapa sate kuda cukup populer di kalangan tertentu adalah mitos soal vitalitas. 

Banyak yang percaya bahwa mengonsumsi daging kuda bisa meningkatkan stamina, memperbaiki peredaran darah, hingga menambah gairah. 

Inilah yang membuat menu ini sering dicari oleh pria dewasa yang penasaran atau sedang merasa "drop".

Namun, hingga kini belum ada bukti ilmiah kuat yang secara khusus menyebutkan bahwa daging kuda bisa meningkatkan performa tubuh seperti yang dipercaya. 

Kandungan gizinya memang tergolong baik—tinggi protein dan rendah lemak—namun itu tidak otomatis membuatnya menjadi makanan “ajaib” seperti yang kerap dibesar-besarkan.

Baca juga: 7 Resep Olahan Sosis buat Anak Kos: Praktis, Murah, dan Auto Bikin Happy

Di Mana Bisa Menemukan Sate Kuda di Jogja?

Beberapa warung di Jogja menjual sate kuda, walau jumlahnya tidak sebanyak penjual sate ayam atau kambing. Salah satu yang cukup dikenal ada di wilayah utara kota, dekat kawasan Jetis dan Sleman. 

Warung-warung ini biasanya tidak memasang papan nama mencolok, dan hanya diketahui lewat dari mulut ke mulut atau rekomendasi orang lokal.

Satu porsi sate kuda biasanya dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau, berkisar antara Rp25.000 hingga Rp35.000 tergantung lokasi dan ukuran porsinya. 

Meski terdengar ekstrem, banyak pengunjung yang kembali lagi bukan karena mitosnya, melainkan karena rasa yang memang unik dan bikin penasaran.

Baca juga: Rawon Setan Embong Malang: Kuliner Surabaya yang Bikin Merinding Tapi Nagih

Apa Aman dan Halal?

Pertanyaan seputar kehalalan daging kuda memang pernah menjadi bahan perdebatan di kalangan umat Islam. 

Namun, mayoritas ulama sepakat bahwa daging kuda halal untuk dikonsumsi, selama proses penyembelihannya mengikuti ketentuan syariat Islam. 

Pandangan ini merujuk pada hadits sahih dan dipegang oleh mazhab-mazhab besar dalam Islam. 

Ini berbeda dengan daging hewan pemangsa atau hewan yang jelas-jelas dilarang dalam syariat. Namun, bagi yang ragu, sebaiknya tetap bertanya kepada penjual soal sumber daging dan cara penyembelihannya.

Dari sisi kesehatan, daging kuda cenderung rendah kolesterol dan memiliki kandungan zat besi yang tinggi, menjadikannya alternatif yang bisa dipertimbangkan bagi mereka yang ingin variasi asupan protein. 

Tapi, seperti konsumsi makanan lain, jangan berlebihan dan pastikan daging sudah matang sempurna.

Baca juga: Resep Salmon Saus Keju Creamy, Simpel dan Lezat Banget!

Eksotisme atau Warisan?

Fenomena kuliner ekstrem seperti sate kuda sering membuat perdebatan antara nilai eksotisme dan pelestarian kuliner lokal. 

Apakah ini bagian dari eksplorasi rasa atau sekadar sensasi? Apa pun sudut pandangnya, sate kuda adalah bagian dari wajah kuliner Jogja yang berani tampil beda.

Untuk para pelancong yang doyan eksplorasi rasa dan sudah bosan dengan kuliner mainstream, sate kuda mungkin bisa jadi “uji nyali” yang sah-sah saja dicoba. 

Tapi tetap, jangan karena penasaran lantas melupakan sisi etika dan kesehatan.

Kalau kamu tertarik menjajal kuliner yang nggak biasa dan ingin menambah pengalaman unik di Jogja, sate kuda bisa jadi salah satu checklist yang patut dicoba—asal siap dengan rasa dan cerita yang menyertainya!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Travelingyuk.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU