INDOZONE.ID - Jakarta punya sejuta tempat makan, tapi hanya segelintir yang bisa bertahan puluhan tahun dan tetap diburu orang.
Salah satunya adalah Bakmi Gang Kelinci, kuliner legendaris yang berdiri sejak 1957 dan dikenal luas karena sering dikaitkan dengan selera kuliner para pejabat, termasuk Mantan Presiden Joko Widodo.
Meski berada di tengah hiruk-pikuk kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, warung bakmi ini nggak pernah sepi pengunjung.
Bahkan di hari biasa, antreannya bisa bikin kamu rela berdiri lama hanya demi semangkuk mie ayam dengan kuah kaldu bening yang kaya rasa.
Baca juga: Resep Creamy Mushroom Soup yang Gurih, Lembut, dan Bikin Nagih!
Cita Rasa Tak Lekang Zaman
Bakmi Gang Kelinci awalnya membuka gerai pertamanya di sebuah gang kecil di kawasan Pasar Baru—dari sanalah nama legendaris ini bermula.
Lokasinya memang sederhana, tapi rasa bakminya justru menyimpan kejutan besar.
Ciri khasnya ada di tekstur mie yang kenyal dan tipis, disiram kuah kaldu gurih, dan diberi topping ayam cincang serta sayuran segar. Simpel, tapi bikin nagih.
Bahkan hingga sekarang, resep asli dari generasi pertama tetap dipertahankan tanpa banyak perubahan.
Inilah salah satu alasan kenapa pelanggan lama tetap setia, dan pelanggan baru terus berdatangan.
Jangan remehkan tampilannya yang sederhana. Bakmi Gang Kelinci pernah disebut-sebut sebagai salah satu tempat makan favorit Mantan Presiden Joko Widodo.
Meski tidak secara resmi diklaim, popularitasnya langsung melesat begitu kabar itu mencuat. Terlepas dari itu, tempat ini memang punya magnet yang kuat. Lokasinya strategis, suasananya nyaman, dan pelayanannya cepat.
Di sisi lain, cabangnya kini sudah tersebar di beberapa titik di Jakarta, tapi banyak yang bilang, rasa paling otentik tetap ada di cabang utama Pasar Baru.
Baca juga: Pedasnya Bikin Nagih! Mie Gomak Medan dengan Sambal Andaliman Ini Viral Lagi, Kamu Sudah Coba?
Menu yang Bikin Balik Lagi dan Lagi
Meski yang paling laris adalah Bakmi Ayam Original, Bakmi Gang Kelinci juga menyajikan menu lain seperti bakmi yamin, nasi tim ayam, pangsit goreng, dan bakso.
Minuman pelengkap seperti es jeruk atau teh manis hangat juga tersedia untuk menyegarkan tenggorokan setelah menikmati mie yang gurih.
Harga per porsinya masih cukup bersahabat di kantong, berkisar antara Rp25.000 hingga Rp40.000—terjangkau untuk rasa dan porsi yang memuaskan. Ukuran porsinya juga pas, nggak terlalu sedikit, tapi cukup bikin kenyang.
Baca juga: 7 Resep Olahan Sosis buat Anak Kos: Praktis, Murah, dan Auto Bikin Happy
Suasana yang Bikin Kangen
Interior restorannya memang sederhana, tapi tetap bersih dan tertata rapi, nyaman untuk menikmati sajian tanpa harus merogoh kocek dalam.
Warna-warna netral dan pencahayaan terang bikin tempat ini nyaman buat makan bareng keluarga, teman, atau bahkan sendiri.
Ada AC, tempat duduknya banyak, dan pelayanannya cepat. Satu hal yang pasti: setiap kali kamu ke sini, kamu akan merasakan suasana yang sama seperti dulu—nostalgia tanpa harus membayar mahal.
Baca juga: Rawon Setan Embong Malang: Kuliner Surabaya yang Bikin Merinding Tapi Nagih
Tips Buat yang Mau Coba
Kalau kamu baru pertama kali ke Bakmi Gang Kelinci, sebaiknya datang di luar jam makan siang atau malam. Antrean bisa cukup panjang saat peak hour.
Tapi jangan khawatir, meski ramai, pelayanannya tetap cepat. Pesanan biasanya tiba dalam waktu kurang dari 10 menit—cepat dan efisien, cocok buat kamu yang lapar atau buru-buru.
Lokasi utamanya berada di Jalan Kelinci Raya No.1-3, Pasar Baru, Jakarta Pusat. Tempat ini juga mudah diakses dari berbagai moda transportasi umum, termasuk MRT dan Transjakarta.
Baca juga: Resep Salmon Saus Keju Creamy, Simpel dan Lezat Banget!
Jangan Bilang Pecinta Kuliner Kalau Belum ke Sini!
Di tengah gempuran restoran kekinian dan makanan viral, Bakmi Gang Kelinci tetap berdiri tegak dengan caranya sendiri.
Ia tidak menjual gimmick, tidak mengandalkan tren, tapi sepenuhnya bergantung pada kualitas rasa dan pengalaman makan yang konsisten dari waktu ke waktu.
Tempat ini bukan cuma warung bakmi — tapi bagian dari sejarah kuliner Jakarta yang masih hidup sampai sekarang. Dan ya, faktanya: antrean panjang di depan tokonya setiap hari adalah bukti paling nyata kalau rasa tidak bisa bohong.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wisata.app