INDOZONE.ID - Kalau kamu mengira semua salad itu “modern” dan berasal dari tren gaya hidup sehat masa kini, Huzarensalade bakal mengubah pandanganmu.
Salad khas Indo-Belanda ini justru punya sejarah panjang yang unik — mulai dari cerita tentara di medan perang, restoran mewah di Moskow, hingga akhirnya jadi hidangan favorit keluarga di Indonesia dan Belanda.
Dengan warna ungu pucat yang khas dan rasa segar perpaduan manis, asam, dan gurih, Huzarensalade bukan sekadar makanan biasa.
Di balik tampilannya yang sederhana, tersimpan perjalanan budaya lintas negara yang menarik untuk ditelusuri.
Baca juga: Kenali Jenis-jenis Tiket Pesawat: Mana yang Paling Worth It?
Salah satu cerita yang paling sering dikaitkan dengan Huzarensalade berasal dari pasukan Hussars, yaitu tentara kavaleri ringan asal Hungaria yang tergabung dalam Kekaisaran Austria pada abad ke-18 hingga 19.
Dalam kondisi perang, mereka sering berada di wilayah musuh dan tidak bisa memasak karena takut keberadaan mereka terdeteksi.
Solusinya? Mereka mengandalkan bahan makanan yang sudah matang atau bisa dimakan langsung, lalu mencampurnya jadi satu hidangan dingin.
Praktis, cepat, dan tetap mengenyangkan. Dari sinilah konsep salad campur ini diyakini mulai berkembang.
Baca juga: Bukan Sekedar Masakan Indonesia! Ini Fakta Masakan Indo-Belanda yang Jarang Diketahui
Namun, sejarah tidak berhenti di situ.
Versi lain yang tak kalah kuat menyebutkan bahwa cikal bakal salad ini adalah Olivier Salad, yang diciptakan pada tahun 1860-an oleh koki Belgia bernama Lucien Olivier.
Ia bekerja di restoran ternama Hermitage di Moskow — salah satu tempat makan paling elite pada masanya.
Resep asli Olivier Salad tergolong mewah. Isinya mencakup berbagai bahan premium seperti daging dingin (ham atau lidah sapi), udang, capers, hingga saus rahasia yang hanya diketahui oleh sang koki.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Keasberry.com