Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 30 MARET 2026 • 11:00 WIB

Bukan Hanya Saat Lebaran! Ketupat Kandangan Ini Jadi Sarapan Legendaris yang Bikin Ketagihan

Bukan Hanya Saat Lebaran! Ketupat Kandangan Ini Jadi Sarapan Legendaris yang Bikin KetagihanKetupat Kandangan. (indonesiakaya.com)

INDOZONE.ID - Kalau selama ini ketupat identik dengan momen Lebaran, di Kalimantan Selatan ceritanya berbeda. Di daerah Kandangan, ketupat justru menjadi menu sarapan andalan yang selalu dicari. Namanya Ketupat Kandangan, hidangan khas yang memadukan ketupat dengan ikan gabus dalam racikan yang tidak biasa.

Kuliner ini berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan sudah eksis sejak ratusan tahun lalu. Bahkan, konon jejaknya sudah ada sejak abad ke-18. Dari dulu hingga sekarang, rasanya tetap menjadi favorit masyarakat lokal.

Berawal dari Alam, Jadi Hidangan Ikonik

Sejak sekitar abad ke-18, masyarakat Banjar di wilayah Kandangan memanfaatkan kekayaan alam berupa ikan gabus yang banyak ditemukan di sungai dan rawa sebagai bahan pangan utama. Untuk memperpanjang masa simpan sekaligus memperkaya cita rasa, ikan gabus diolah dengan teknik pengasapan tradisional. Proses ini bukan hanya soal pengawetan, tetapi juga menjadi bagian dari kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun sebelum ikan dimasak kembali dalam kuah santan berbumbu khas.

Kuah Ketupat Kandangan dikenal berwarna kuning karena penggunaan rempah seperti kunyit, dipadukan dengan santan yang menghasilkan rasa gurih dan aroma khas. Kombinasi antara ikan gabus asap dan kuah rempah ini menciptakan cita rasa yang kuat namun tetap seimbang, menjadikan hidangan ini tidak hanya lezat, tetapi juga mencerminkan karakter kuliner tradisional Banjar yang kaya akan rasa dan sejarah.

Baca juga: Deretan Kuliner Khas Kalimantan Selatan yang Selalu Diburu Wisatawan

Bentuk Ketupatnya Bikin Penasaran

Salah satu ciri khas Ketupat Kandangan yang membedakannya dari ketupat di daerah lain terletak pada bentuk dan bahan pembungkusnya. Jika umumnya ketupat dibuat dari janur (daun kelapa muda) dengan bentuk belah ketupat, di Kandangan ketupat justru dibentuk segitiga dan menggunakan daun kelapa yang lebih tua. Cara ini sudah dilakukan secara turun-temurun dan menjadi identitas tersendiri dalam tradisi kuliner masyarakat Banjar.

Penggunaan daun kelapa tua bukan tanpa alasan. Selain lebih mudah didapat, daun ini juga memberikan aroma khas saat ketupat direbus dalam waktu lama. Aroma alami tersebut meresap ke dalam beras, menciptakan sensasi rasa yang lebih wangi dan autentik, sekaligus memperkuat karakter tradisional dari hidangan ini.

Pakai Beras Langka, Rasanya Makin Spesial

Ketupat Kandangan menggunakan beras lokal khas Kalimantan Selatan yang dikenal dengan nama Siam Unus, salah satu varietas padi rawa yang tumbuh di lahan basah. Beras ini memiliki siklus tanam yang cukup panjang dan umumnya hanya dipanen satu kali dalam setahun, sehingga ketersediaannya relatif terbatas. Hal ini membuat Siam Unus memiliki nilai lebih, baik dari sisi kualitas maupun keunikan sebagai bahan utama kuliner tradisional Banjar.

Dari segi tekstur, beras Siam Unus menghasilkan ketupat yang cenderung pera atau tidak terlalu pulen. Karakter ini justru dianggap ideal karena mampu menyerap kuah santan berbumbu dengan baik tanpa mudah hancur. Hasil akhirnya adalah perpaduan tekstur yang pas, tidak lembek, tetapi tetap lembut saat disantap, yang menjadi salah satu alasan mengapa Ketupat Kandangan begitu digemari.

Ikan Gabus: Gurihnya Juara, Manfaatnya Banyak

Bukan Hanya Saat Lebaran! Ketupat Kandangan Ini Jadi Sarapan Legendaris yang Bikin KetagihanKetupat Kandangan khas Banjar

Sebagai komponen utama dalam sajian ini, ikan gabus memberikan cita rasa gurih dengan sedikit nuansa manis alami. Dagingnya yang lembut mudah menyerap kuah santan berbumbu, terutama setelah melalui proses pengasapan yang membuat rasanya semakin kaya dan khas. Teknik ini juga membantu menjaga tekstur ikan tetap padat namun empuk saat disantap.

Dari sisi gizi, ikan gabus dikenal memiliki kandungan protein tinggi serta asam amino esensial, termasuk albumin yang berperan penting dalam proses pemulihan jaringan tubuh. Kandungan ini sering dikaitkan dengan manfaat untuk membantu regenerasi kulit dan mendukung produksi kolagen. Tak heran jika hidangan ini bukan hanya lezat, tetapi juga bernilai nutrisi tinggi.

Baca juga: Ketupat Kandangan, Ikon Kalimantan Selatan yang Menggugah Selera

Lebih dari Sekadar Makanan, Ini Cerita Budaya

Ketupat Kandangan tak sekadar dikenal karena kelezatannya, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan budaya yang kuat. Hidangan ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Banjar selama berabad-abad, diwariskan dari generasi ke generasi sebagai menu khas yang lekat dengan keseharian, terutama saat sarapan. Proses pengolahan hingga penyajiannya mencerminkan kebiasaan dan kearifan lokal yang terus dipertahankan hingga kini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Indonesiakaya.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bukan Hanya Saat Lebaran! Ketupat Kandangan Ini Jadi Sarapan Legendaris yang Bikin Ketagihan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!