Penjual takjil sedang berdagang di Bulan Ramadhan. (INDOZONE/Andika Pratama)
INDOZONE.ID - Bulan Ramadhan menyimpan magis tersendiri yang membuat kehadirannya selalu ditunggu-tunggu. Selain ibadah, momen lain yang paling ditunggu di Bulan Ramadhan adalah berburu takjil pas ngabuburit.
Berburu takjil pas ngabuburit jadi kegiatan favorit bagi hampir seluruh umat muslim di Indonesia. Bahkan, aktivitas ini berkembang jadi war takjil sejak tahun lalu, kala masyarakat non-Islam turut mengikutinya.
Pasar Takjil Sawojajar. ( Z Creators/Bhekti Setyowibowo)
Fakta itu menunjukkan betapa Bulan Ramadhan bisa menjadi berkah bagi siapa pun, bahkan untuk masyarakat yang tidak beragama Islam.
Berbagai macam takjil dapat dijumpai di Bulan Ramadhan. Pilihannya begitu banyak seiring jumlah pedagang takjil yang bertambah berkali-kali lipat pas Ramadhan.
Baca juga: Bukan Sekadar Takjil Biasa, Begini Sejarah Kolak dan Kurma Jadi 'Menu Wajib' Buka Puasa di Indonesia
Banyak di antara mereka, bahkan merupakan penjual dadakan yang cuma memanfaatkan momen Ramadhan untuk meraup cuan.
Di antara begitu banyaknya takjil yang dijajakan sebelum waktu buka puasa tiba, ada lima yang dianggap sebagai favorit masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, setidaknya kamu mencicip satu di antara makanan ini kala berbuka puasa.
Yuk, simak daftar lima takjil favorit masyarakat Indonesia di Bulan Ramadhan. Siapa yang layak bergelar Raja Takjil?
Kolak. (Instagram/@kolakcampurkolaku)
Kolak seakan tidak bisa terpisahkan dengan Bulan Ramadhan. Tak ayal, salah satu hidangan favorit kala berbuka puasa, adalah kolak.
Bagaimana tidak, di dalam kolak, kamu bisa menemukan pisang kepok dan ubi yang dilengkapi dengan kuah santan, gula merah, cengkeh, serta daun pandan. Tak ayal, rasa manis dan gurih jadi ciri khas dari sajian ini.
Selain komponen-komponen di atas, kolak juga kerap dipadupadankan dengan biji salak. Kamu harus tahu, biji salak terbuat dari adonan ubi jalar dengan tepung tapioka, lalu dibentuk bulat.
Mencicipi ini di waktu berbuka puasa bisa menambah mood kamu untuk beribadah di malam harinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan