Ilustrasi menu lobster. (freepik/lifeforstock)
INDOZONE.ID - Lobster dianggap salah satu makanan yang mewah. Harganya yang mahal membuat lobster disebut sebagai makanan orang kaya.
Tetapi banyak yang belum tahu kalau dulu lobster hanya dianggap sebagai makanan orang miskin.
Dulunya lobster lebih sering disajikan untuk budak, tahanan, serta pelayan.
Tak hanya itu, orang dulu juga menjadikan lobster sebagai pakan ternak dan juga pupuk.
Karena itulah ada aturan di beberapa daerah bahwa majikan hanya boleh memberi lobster beberapa kali seminggu kepada pelayan karena akan dianggap sangat merendahkan.
Baca juga: 17 Ide Nama Usaha Rainbow Cupcake yang Unik, Ceria, dan Bikin Brand Mudah Diingat
Kenapa bisa demikian? Pada abad ke-16 di Amerika Utara, masyarakat asli Amerika menetap di daerah pesisir utara.
Wilayah itu dipenuhi oleh lobster. Saking banyaknya mereka tidak perlu melaut untuk mendapatkannya.
Mereka hanya menunggu badai datang dan ketika badai reda akan banyak lobster terdampar memenuhi pantai mereka.
Atas kelimpahan itu lobster kemudian diolah sebagai makanan pokok mereka.
Lalu semua berubah ketika bangsa Eropa datang ke wilayah mereka.
Baca juga: Liburan ke Subulussalam Belum Lengkap Tanpa Mencicipi Kuliner Khas Ini
Di saat bangsa Eropa tiba, mereka melihat tumpukan lobster sebagai hal yang menjijikkan.
Namun karena mereka baru memulai peradaban di sana, dengan terpaksa mereka memakan lobster untuk sementara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber