Ilustrasi matcha tidak berbusa. (freepik)
INDOZONE.ID - Matcha kini jadi salah satu minuman paling digemari karena rasanya yang lembut, aromanya khas, dan tampilannya yang menenangkan.
Namun, banyak orang kecewa ketika mencoba membuatnya sendiri di rumah padahal sudah dikocok lama, tapi kenapa matcha tetap gak berbusa?
Padahal, lapisan busa halus di atas matcha bukan cuma pemanis tampilan, tapi juga bukti bahwa kamu sudah menggunakan cara mengaduk matcha agar berbusadengan benar.
Nah, kalau hasil matcha-mu sering gagal, berikut alasan matcha gagal berbusa supaya kamu bisa memperbaikinya di percobaan selanjutnya.
Baca juga: Resep Pudding Cake Matcha yang Lembut, Manis, dan Segar
Kualitas bubuk adalah faktor pertama yang harus kamu perhatikan. Jenis culinary matcha biasanya digunakan untuk memasak, bukan untuk diminum langsung. Teksturnya lebih kasar dan warnanya kusam, sehingga sulit menghasilkan busa.
Sedangkan ceremonial grade matcha punya tekstur lebih halus, warna hijau terang, dan mudah larut saat dikocok. Inilah jenis yang paling ideal untuk menghasilkan busa lembut. Jadi, kalau matcha buatanmu tidak berbusa, bisa jadi karena kamu salah pilih bubuk. Pilihlah bubuk dengan warna hijau segar, tanda bahwa matcha masih berkualitas tinggi.
Suhu air juga berperan penting dalam proses pembuatan matcha. Air yang terlalu panas bisa “membakar” bubuk teh, membuat rasanya pahit dan busanya hilang. Sedangkan air yang terlalu dingin tidak mampu melarutkan bubuk dengan baik.
Gunakan air dengan suhu 70-80°C agar hasilnya optimal. Setelah air mendidih, diamkan sekitar satu menit sebelum dicampurkan dengan matcha. Suhu ini membuat bubuk larut sempurna dan busa terbentuk alami tanpa merusak rasa.
Baca juga: 4 Resep Minuman Matcha Latte ala Cafe, Enak dan Creamy!
Kesalahan paling umum dalam membuat matcha berbusa adalah pada teknik whisking matcha yang kurang tepat. Banyak orang mengocoknya dengan gerakan memutar, padahal cara itu justru membuat udara tidak tercampur sempurna.
Untuk hasil maksimal, gunakan chasen atau pengocok bambu khas Jepang. Pentingnya chasen untuk matcha gak bisa diremehkan, karena bentuknya dirancang khusus agar bisa memasukkan udara ke dalam cairan saat dikocok. Gunakan gerakan cepat membentuk pola “W” atau “M” selama 20-30 detik.
Inilah gerakan whisking yang benar yang bisa menghasilkan lapisan busa lembut dan stabil di atas matcha. Kalau tidak punya chasen, kamu bisa pakai milk frother, tapi hasilnya biasanya tidak sehalus jika menggunakan alat tradisional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Vanguardngr.com