Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 06 OKTOBER 2025 • 20:15 WIB

3 Risiko Cedera saat Menyelam yang Sering Terjadi, Jangan Anggap Remeh!

3 Risiko Cedera saat Menyelam yang Sering Terjadi, Jangan Anggap Remeh!Ilustrasi menyelam. (freepik)

INDOZONE.ID - Belakangan ini, olahraga air seperti menyelam semakin diminati banyak orang. Namun, perlu diingat bahwa menyelam bukan aktivitas yang sepenuhnya aman.

Lingkungan bertekanan tinggi dan minim oksigen membuatnya tergolong olahraga berisiko. Berikut penjelasan tentang beberapa cedera yang paling umum dialami penyelam dan bagaimana cara mencegahnya.

3 Jenis Cedera Saat Menyelam

3 Risiko Cedera saat Menyelam yang Sering Terjadi, Jangan Anggap Remeh!Ilustrasi menyelam dalam air. (freepik)

1. Barotrauma

Salah satu masalah telinga dan sinus saat menyelam yang paling sering dialami adalah barotrauma. Kondisi ini terjadi karena ketidakseimbangan tekanan antara udara di dalam tubuh dengan tekanan air di sekitar. Akibatnya, jaringan lunak di area tertentu bisa mengalami kerusakan.

Jenis barotrauma yang paling umum adalah barotrauma telinga tengah, yang terjadi ketika telinga gagal menyesuaikan diri terhadap perubahan tekanan. Gejalanya bisa berupa:

- Telinga terasa penuh atau tersumbat
- Nyeri hebat di telinga
- Pusing
- Mual atau muntah
- Gangguan pendengaran

Selain di telinga, barotrauma juga dapat menyerang paru-paru dan sinus, yang dikenal sebagai cedera paru-paru akibat menyelam atau barotrauma paru. Kondisi ini bisa menyebabkan sesak napas, batuk berdarah, dan nyeri dada. Sedangkan barotrauma sinus ditandai dengan sakit kepala, hidung berdarah, dan rasa nyeri di area wajah.

Jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut, hentikan penyelaman dan naik ke permukaan perlahan. Jangan ragu untuk mencari pertolongan medis agar kondisimu bisa segera ditangani dengan aman.

Baca juga: Ini Dia 5 Destinasi Wisata Bahari Terpopuler di Indonesia, Cocok untuk Berenang hingga Menyelam

2. Penyakit Dekompresi

Penyakit dekompresi saat menyelam merupakan kondisi serius yang bisa dialami oleh siapa pun, baik penyelam pemula maupun profesional. Penyakit ini terjadi ketika penyelam naik ke permukaan terlalu cepat, sehingga nitrogen dalam darah membentuk gelembung-gelembung kecil yang dapat menghalangi aliran darah.

Gejala penyakit dekompresi antara lain:

- Nyeri sendi
- Pusing dan sakit kepala
- Kelelahan ekstrem
- Kesemutan atau mati rasa
- Kelemahan otot
- Gangguan konsentrasi

Menurut Divers Alert Network (DAN), risiko penyakit dekompresi meningkat jika penyelaman dilakukan terlalu dalam (lebih dari 18 meter), berlangsung lama, atau dilakukan berulang kali tanpa jeda cukup. Kondisi tubuh yang lelah, dehidrasi, dan suhu air dingin juga memperburuk risikonya.

Untuk menghindarinya, selalu perhatikan laju pendakian ke permukaan dan gunakan alat bantu sesuai standar keselamatan menyelam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Vanguardngr.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

3 Risiko Cedera saat Menyelam yang Sering Terjadi, Jangan Anggap Remeh!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!