Candi Sewu, Jawa Tengah (foto: wikipedia)
INDOZONE.ID - Wisata candi Buddha termegah setelah Candi Borobudur adalah Candi Sewu. Candi Sewu, salah satu destinasi wisata sejarah yang terkenal di Jawa Tengah.
Candi ini termasuk salah satu destinasi wisata yang masih berada di kawasan Candi Prambanan di sebelah utara berjarak 800 meter. Secara administratif, kompleks Candi Sewu terletak di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Baca juga: Mengintip Candi Lemah Duwur: Sisa Reruntuhan Kejayaan Masa Majapahit
Memiliki nama Sewu yang dalam bahasa Jawa berarti 'seribu', diberikan masyarakat setempat karena candi yang tergabung dalam kompleks Candi Sewu tersebut jumlahnya banyak. Walaupun bernama Candi Sewu, aslinya hanya ada 249 candi di sini.
Penamaan candi ini juga berkaitan erat dengan legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso, mengenai peminangan yang harus membuat 1000 candi dalam semalam. Namun berdasarkan prasasti yang ditemukan, nama asli candi ini adalah Prasada Vajrasana Manjusrigrha.
Nama tersebut diketahui dari prasasti yang berangka tahun 792 dan ditemukan pada tahun 1960, Manjusrigrha berarti rumah Manjusri. Istilah rumah Manjusri menjadi salah satu petunjuk bahwa Candi Sewu bercorak agama Budha. Manjusri sendiri adalah salah satu Bodhisattva dalam ajaran Buddha.
Candi Sewu diperkirakan dibangun pada abad ke-8 masehi pada akhir masa pemerintahan Rakai Panangkaran. Berkuasa selama 746-784 M, Rakai Panangkaran adalah raja yang termahsyur dari kerajaan Mataram Kuno.
Kemudian, pembangunan Candi Sewu dilanjutkan pada masa pemerintahan Rakai Pikatan, seorang pangeran dari dinasti Sanjaya yang menikahi Pramodhawardhani dari Dinasti Syailendra.
Riwayat Candi Sewu membuktikan saat Dinasti Sanjaya yang menganut Hindu berkuasa, rakyat Mataram Kuno masih diperbolehkan menjalankan ajaran Buddha.
Adanya Candi Sewu yang bercorak Buddha berdampingan dengan Candi Prambanan yang bercorak Hindu menunjukkan bahwa sejak zaman dahulu di Jawa, keharmonisan tercipta antar umat Hindu dan Buddha dan adanya toleransi beragama.
Kompleks Candi Sewu memiliki panjang 185 meter dari sisi utara ke sisi selatan dan lebar 165 meter dari sisi timur ke sisi barat. Pada tiap pintu masuk, dijaga oleh arca raksasa yang bernama Drawapala.
Arca ini berdiri kokoh dengan tinggi mencapai 2 meter dan saling berhadapan. Bangunan Candi Sewu seluruhnya terbuat dari batu andesit. Candi Sewu memiliki 249 bangunan candi yang disusun membentuk mandala, perwujudan alam semesta dalam kosmologi Buddha Mahayana.
Baca juga: Candi Borobudur Dipasangi Eskalator untuk Sambut Kedatangan Presiden Prancis, Kok Bisa?
Candi Sewu memiliki candi utama yang dikelilingi candi-candi kecil. Candi utama ini memiliki diameter 29 meter dan tinggi 30 meter berbentuk poligon yang terletak di tengah-tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA