Ilustrasi Menu MPASI Bayi dari Brokoli. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Buat para ibu muda, momen pertama kali mengenalkan MPASI (Makanan Pendamping ASI) ke si kecil, itu pasti bikin deg-degan sekaligus excited, ya gak? Tapi tenang, kamu gak sendirian.
Banyak banget ibu-ibu yang masih bingung, “Hari ini mau masak menu MPASI bayi apa ya buat si kecil?” Nah, salah satu bahan yang super recommended dan gampang dikreasikan adalah brokoli!
Sayur hijau yang satu ini terkenal kaya vitamin C, serat, antioksidan, dan zat besi yang penting banget buat tumbuh kembang bayi.
Rasanya juga cukup mild alias gak terlalu kuat, jadi cocok buat lidah bayi yang baru mulai kenalan sama makanan padat.
Nah, daripada makin bingung, yuk simak 7 ide menu MPASI dari brokoli yang sehat, praktis, dan pastinya bikin si kecil lahap makan!
Baca juga: 7 Menu MPASI Bayi yang Sehat, Enak, dan Bikin Si Kecil Lahap Makan!
Ilustrasi Menu MPASI Bayi dari Brokoli. (Foto: Freepik @Freepik)
Ini adalah menu paling dasar dan cocok buat awal-awal MPASI, terutama usia 6 bulan. Cukup kukus brokoli sampai empuk, lalu blender dengan sedikit air matang sampai halus.
Kamu juga bisa campur ASI atau susu formula biar teksturnya lebih creamy dan nutrisinya makin mantap. Simpel tapi bergizi banget!
Biar si kecil gak cepat bosen, kamu bisa kombinasikan brokoli dengan kentang. Rebus kedua bahan sampai empuk, lalu haluskan pakai blender atau saringan.
Tambahkan sedikit kaldu homemade dari ayam kampung atau sapi, tanpa garam biar lebih gurih. Menu ini cocok buat bayi usia 7 bulan ke atas.
Kalau kamu cari sumber protein nabati buat MPASI, tahu bisa jadi pilihan oke banget. Rebus brokoli dan tahu putih sampai matang, lalu blender bareng nasi lembek.
Teksturnya lembut dan rasanya enak, cocok banget buat dikenalin ke bayi umur 8 bulan. Jangan lupa cek reaksi alergi ya, Mam!
Menu yang satu ini cocok buat makan siang bayi yang udah mulai makan dengan tekstur agak kasar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan