Ilustrasi sate susu (FREEPIK/reezky11)
INDOZONE.ID - Kalau dengar kata “sate”, yang terbayang biasanya potongan daging ayam, kambing, atau sapi yang ditusuk, dibakar, lalu disiram bumbu kacang atau kecap.
Tapi di Bali, ada satu jenis sate yang bikin orang mikir dua kali sebelum mencicipinya: sate susu.
Meski terdengar seperti makanan pencuci mulut, nyatanya sate ini justru punya rasa dan tekstur yang sangat berbeda dari bayangan manis atau creamy.
Bahkan, sebagian orang yang baru pertama kali mencobanya sempat terkecoh karena nama dan bentuknya benar-benar unik.
Baca juga: Resep Miso Soup ala Jepang, Simpel dan Sedap di Rumah!
Sate susu bukan berasal dari susu cair atau bubuk, melainkan dari bagian sapi yang disebut ambing—kelenjar susu dengan tekstur kenyal dan unik.
Bagian ini kemudian diolah menggunakan bumbu khas yang kaya rempah, menciptakan cita rasa yang berbeda dan menggugah selera.
Yang digunakan adalah payudara sapi betina yang telah selesai masa laktasinya. Teksturnya kenyal, sedikit berserat, dan ketika dibakar akan menghasilkan aroma khas yang berbeda dari daging biasa.
Potongan ambing atau payudara sapi ini kemudian ditusuk dengan bambu kecil dan dibakar di atas bara api, menghasilkan aroma smokey yang menggoda dan tekstur kenyal yang khas.
Biasanya disajikan bersama sambal pedas khas Bali, sehingga rasanya gurih, pedas, dan sedikit “berani”.
Baca juga: Jangan Salah, Croissant Bukan Makanan Asli Prancis! Begini Asal-usulnya
Makanan unik ini dulunya populer di kalangan masyarakat Bali, terutama saat hari raya Galungan dan Kuningan.
Tapi sekarang, sate susu makin langka dan hanya bisa ditemukan di beberapa pasar tradisional seperti Pasar Kreneng di Denpasar.
Pedagang biasanya menjual sate ini di pagi hingga siang hari, dan langsung ludes karena banyak diburu pecinta kuliner ekstrem.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bali Destination Advisor